Lokasi Terdampak Erupsi Semeru Jadi Tontonan 'Wisatawan' Lokal dan Luar Kota

M Rofiq - detikNews
Rabu, 08 Des 2021 18:53 WIB
semeru erupsi
Warga luar berbondong-bondong ke lokasi erupsi hanya untuk melihat-lihat (Foto: M Rofiq)
Lumajang - Lokasi Awan Panas Guguran atau APG yang melanda dua dusun di Gunung Semeru menjadi tontonan warga. Bahkan banyak warga yang mengabadikan gambar dan berswafoto.

Dua dusun yang menjadi lokasi APG yakni di Dusun Kamar Kajang, Renteng, Gondeli di Kecamatan Candipuro dan Dusun Curah Kobokan, Kajar Kuning di Kecamatan Pronojiwo.

Pantauan detikcom, dalam dua hari ini ada sejumlah warga dari Lumajang maupun dari luar kota, yang berdatangan ingin melihat langsung kejadian ini.

Warga dari berbagai kota yang datang mengaku penasaran. Mereka hanya ingin melihat langsung dusun yang tersapu awan panas dari gunung tertinggi di Pulau Jawa.

Salah satu warga, Umi Horidah mengaku penasaran. Warga Desa Selok Anyar, Kecamatan Pasirian, Lumajang, ini datang karena ingin melihat langsung, karena dirinya tak puas hanya melihat di media televisi maupun media online.

Horidah juga merekam kondisi dusun yang hancur diterjang awan panas hingga melakukan selfie. Tujuannya, untuk ditunjukkan ke keluarga dan tetangga.

"Penasaran dan ingin melihat langsung dusun yang hancur tersapu awan panas Gunung Semeru, karena tidak puas melihat di media, saat di lokasi selfie, foto dan rekam video pakai kamera ponsel, nanti dilihatkan ke keluarga dan tetangganya" ujar Horidah kepada detikcom, Rabu (8/12/2021).

Sementara itu, warga Bondowoso, Dwi Astuti mendatangi lokasi sembari memberi bantuan untuk korban bencana. Tak lupa, Dwi juga mengabadikan lokasi terdampak erupsi dengan kamera ponselnya.

"Saya datang dengan keluarga untuk memberi sedikit bantuan ke korban bencana alam gunung api, dan juga ingin melihat langsung dusun yang hancur tertimbun awan panas guguran Gunung Semeru," ungkap Dwi.

Namun, kegiatan ini sebenarnya dilarang petugas karena dinilai berbahaya. Diketahui, Dusun Renteng merupakan zona merah yang dilintas banjir lahar dingin Gunung Semeru. Sayangnya warga tetap nekat masuk. (iwd/iwd)