Banjir Lahar Dingin Semeru Meluber Karena Tanggul Jebol, Warga Minta Diperbaiki

Esti Widiyana - detikNews
Rabu, 08 Des 2021 12:33 WIB
Banjir lahar dingin kembali terjadi di Bukit Gladak Perak Gunung Semeru, pada Selasa (7/12) malam. Warga baru tahu pagi ini.
Banjir lahar dingin menerjang Desa Kamar Kajang (Foto: Tangkapan Layar)
Lumajang -

Banjir lahar dingin Gunung Semeru kembali terjadi pada Selasa (7/12) malam, dan meluber hingga permukiman warga di Dusun Kamar Kajang, Desa Sumberwuluh dan jalan. Melubernya banjir lahar dingin karena tanggul yang jebol.

Warga sekitar pun meminta pihak terkait untuk memperbaiki tanggul yang jebol. Agar saat banjir lahar dingin tidak sampai ke permukiman warga hingga jalan.

"Saya sudah ninjau lokasi tanggul. Kalau posisi tanggul ditutup, warga gak akan gelisah. Tapi kalau gak ditutup akan terus meluber. Karena posisi dekat tanggul itu dataran rendah," kata Salim warga Kamar Kajang saat dihubungi detikcom, Rabu (8/12/2021).

Jika tanggul sudah jebol, kata Salim, warga akan panik dan takut. Sebab, lahar dingin akan meluber ke permukiman dataran rendah.

"Biasanya warga sini, saat banjir tidak panik, tidak takut. Tapi, ini permasalahannya tanggul yang biasa dilewati lahar dingin ga muat, jadi meluber cari dataran rendah," jelas Salim.

Salim mengatakan masalah banjir lahar dingin ini, meluber atau tidaknya tergantung dari tanggul. Jika tanggul tertutup dan alirannya diarahkan ke pantai, maka warga aman.

"Aliran banjir itu mengenai warga, kalau ga ngenai rumah warga ga percaya, kalau ngenai rumah warga baru percaya, karena saya orang situ. Kalau bisa ditutup secepatnya. Kalau sudah ditutup, diarahkan ke tempat yang awal akan stabil lagi, masyarakat gak akan goyah," urainya.

Akibat dari banjir lahar dingin tersebut, satu rumah warga tenggelam tertimbun. Selain itu juga ada pabrik singkong yang jebol tersapu banjir lahar dingin.

Banjir lahar dingin yang menenggelamkan 1 rumah itu meluber ke permukiman Dusun Kamar Kajang, Desa Sumbewuluh. Banjir lahar dingin semalam juga sampai ke jalan raya.

"Lebihnya banjir mengenai jalan raya, sekarang dibersihkan sama aparar biar jalan normal lagi. Alirannya semalem sampai ke jalan raya. Aparat sudah siaga di sana, jalan bisa dibuat evakuasi," pungkas Salim.

(iwd/iwd)