Perdebatan Soal Nusantara yang Dipersatukan Gajah Mada

Enggran Eko Budianto - detikNews
Selasa, 07 Des 2021 08:35 WIB
gajah mada
Relief yang menggambarkan saat Gajah Mada mengucapkan Sumpah Palapa (Foto: Enggran Eko Budianto)
Mojokerto -

Cakupan wilayah Nusantara yang dipersatukan Mahapatih Gajah Mada setelah mengikrarkan Sumpah Palapa hingga kini masih menjadi perdebatan. Benarkah Nusantara seluas yang dijelaskan Mohammad Yamin?

Dalam bukunya berjudul Gajah Mada: Pahlawan Persatuan Nusantara, Mohammad Yamin menjelaskan wilayah Majapahit baru meliputi Jatim dan Jateng saja tahun 1331 masehi. Pada tahun yang sama Ratu Tribhuwana Tunggadewi melantik Gajah Mada menjadi Patih Majapahit.

Saat dilantik itulah Mahapatih Gajah Mada mengikrarkan Sumpah Palapa di hadapan ratu dan para menteri Majapahit. Sumpah tersebut membuat Gajah Mada bertekad menyatukan Nusantara di bawah kekuasaan Majapahit. Sehingga Majapahit mencapai masa keemasan di bawah kepemimpinan Raja Hayam Wuruk tahun 1350-1389 masehi.

Menurut Yamin, wilayah Nusantara yang berhasil dikuasai Majapahit era Mahapatih Gajah Mada sangatlah luas. Meliputi seluruh Jawa (Jawa, Madura dan Kangean), seluruh Pulau Sumatera, seluruh Pulau Kalimantan, seluruh Semenanjung Melayu atau Malaka, seluruh Nusatenggara dan Bali, seluruh Sulawesi, seluruh Maluku dan seluruh Papua.

Sejarawan sekaligus Menteri Penerangan era Presiden Soekarno ini menjelaskan pada zaman itu Majapahit bersahabat dengan beberapa negara. Yaitu Kerajaan Sin dan Thai, Darmanagara, Martaban (Birma), Kalingga (Rajaputra), Singanagari, Campa, Kemboja dan Annam (Yawana).

"Wilayah Nusantara hasil ekspansi Majapahit dikembangkan Muhammad Yamin. Wilayah Nusantara di peta-peta lama sebenarnya tafsir dari M Yamin," kata Arkeolog Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jatim Wicaksono Dwi Nugroho kepada detikcom, Selasa (7/12/2021).

Wicaksono menjelaskan cakupan wilayah Nusantara yang ditaklukkan Gajah Mada sampai saat ini masih menjadi perdebatan. Karena terbatasnya sumber sejarah.

"Secara diskusi akademis akhirnya berhenti pada yang digambarkan M Yamin saat itu sarat politis. Gambaran lebih sempitnya (wilayah Nusantara kekuasaan Majapahit) pada mikir karena kaitannya dengan keutuhan NKRI," terangnya.

Wicaksono berpendapat Gajah Mada melakukan ekspansi kekuasaan Majapahit ke seluruh Jawa, Bali, dan Nusatenggara. Selanjutnya Gajah Mada membangun kekuatan angkatan lautnya untuk menaklukkan pulau-pulau lainnya.

"Beberapa tahun setelah itu Gajah Mada memperkuat armada laut, baru kemudian ke pulau-pulau. Wilayah Nusantara dari Sumatera sampai Timor dan Maluku, Papua tidak masuk," tandas Wicaksono.

Simak juga 'Rencana Sandiaga Uno Kembangkan Desa Wisata Kampung Majapahit':

[Gambas:Video 20detik]



(iwd/iwd)