Mengulik Sumpah Palapa Gajah Mada yang Diragukan Kesahihannya

Enggran Eko Budianto - detikNews
Selasa, 07 Des 2021 07:53 WIB
gajah mada
Relief yang menggambarkan Gajah Mada saat mengucapkan Sumpah Palapa (Foto: Enggran Eko Budianto)
Mojokerto - Mahapatih Gajah Mada menjadi masyhur karena Sumpah Palapa hingga sukses menyatukan Nusantara. Namun, sumpah tersebut diragukan kesahihannya karena ditemukan di naskah yang ditulis ratusan tahun pasca-era Gajah Mada.

Keraguan terhadap Sumpah Palapa salah satunya disampaikan Wibisono, pemerhati sejarah Majapahit. Karena sumpah yang selama ini dipercaya diikrarkan Mahapatih Gajah Mada itu ditemukan di Serat Pararaton. Serat tersebut ditulis ratusan tahun setelah era Gajah Mada.

"Saya pribadi masih meragukan adanya sumpah itu. Dasarnya adalah saya mencari referensinya, sebatas ucapan yang muncul pada kata-kata itu sumbernya tahun 1600-an. Otomatis jedanya sudah sangat lama. Bahasa yang dipakai bukan bahasa pada masa Gajah Mada yang memakai Bahasa Jawa Kuno, tapi Bahasa Jawa peralihan antara Jawa Kuno dengan Jawa Baru," kata Wibisono kepada detikcom, Selasa (7/12/2021).

Seperti diketahui Gajah Mada dikukuhkan menjadi Patih Majapahit oleh Ratu Tribhuwana Tunggadewi tahun 1331 masehi. Kala itulah ia mengikrarkan Sumpah Palapa di hadapan ratu dan para menteri. Sang Mahapatih wafat tahun 1364 masehi.

"Dalam Naskah Negarakertagama pupuh 70:3 Gajah Mada sakit, pupuh 71:1 disebutkan Gajah Mada wafat," terang Wibisono.

Arkeolog Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jatim menjelaskan bukti-bukti sejarah Majapahit mempunyai tingkat kesahihan berbeda-beda. Menurutnya, sumber paling sahih adalah prasasti. Disusul Naskah Negarakertagama, Serat Pararaton, lalu kidung, dan karya sastra lainnya.

Sumpah Palapa yang diikrarkan Gajah Mada ditemukan di pupuh 7 bab 9 Pararaton yang ditulis abad 16 masehi. Menurut Wibisono, sumpah tersebut ditulis masih menggunakan Bahasa Sansekerta.

"Urutan ketiga (Pararaton) ini lumayan kuat. Agak diperdebatkan kalau sumber sejarahnya di urutan keempat. Karena Sumpah Palapa tidak ada di prasasti maupun Negarakertagama, adanya di Pararaton, maka diakui kebenarannya, tidak ada masalah dengan itu," tandasnya.

Sumpah Palapa

Sira Gajah Mada patih Amangkubhumi tan ayun amukti palapa, sira Gajah Mada: "Lamun huwus kalah nusantara isun amukti palapa, lamun kalah ring Gurun, ring Seran, Tanjung Pura, ring Haru, ring Pahang, Dompo, ring Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, samana isun amukti palapa".

Terjemahannya:

Dia Gajah Mada Patih Amangkubumi tidak ingin melepaskan puasa. Ia Gajah Mada: "Jika telah menundukkan seluruh Nusantara dibawah kekuasaan Majapahit, saya (baru akan) melepaskan puasa. Jika mengalahkan Gurun, Seram, Tanjung Pura, Haru, Pahang, Dompo, Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, demikianlah saya (baru akan) melepaskan puasa".

Simak juga 'Warga Tulungagung Temukan Sumur Kuno Diduga Era Majapahit':

[Gambas:Video 20detik]



(iwd/iwd)