Ritual di Peninggalan Majapahit Cara Seniman Mojokerto Visualkan Sosok Gajah Mada

Enggran Eko Budianto - detikNews
Sabtu, 04 Des 2021 10:31 WIB
penampakan Candi atau Gapura Wringinlawang di Desa Jatipasar, Kecamatan Trowulan, Mojokerto
Lukisan karya pelukis kondang Mojokerto Haris Purwandi (Foto: Enggran Eko Budianto/detikcom)
Haris lantas menggambarkan sosok Gajah Mada buah pengalaman spiritualnya pada kanvas berukuran 80 x 110 cm. Dia melukis Mahapatih Majapahit itu menggunakan cat minyak.

Bapak dua anak ini menggambarkan sosok Gajah Mada sebagai seorang pria bertubuh kekar dan atletis. Mahapatih Majapahit itu dilukiskan sedang mengangkat keris pusaka saat mengikrarkan Sumpah Palapa di istana.

Berbeda dengan penafsiran Mohammad Yamin, Gajah Mada versi Haris berwajah tirus dengan rambut panjang. Sementara M Yamin menggambarkan sosok Gajah Mada mempunyai wajah bulat, sorot mata tajam, bibir tebal, serta tulang pipi dan dahi yang menonjol.

"Saya sangat yakin kalau itulah sosok Gajah Mada. Sebagai seniman yang diminta melukis Gajah Mada, saya mempunyai tanggung jawab moral atas kebenaran sosoknya," jelasnya.

Lukisan Gajah Mada tersebut, kata Haris, telah diboyong pemesannya ke Jakarta. Kendati begitu, dia masih menyimpan file foto lukisan tersebut. Dia mengaku mendapatkan upah ratusan juta rupiah atas karyanya tersebut.

"Lukisan Gajah Mada dibeli antara Rp 100-200 juta," tandas Haris sembari menyatakan tak mau menyebut harga pasti lukisan tersebut.


(fat/fat)