Warga Malang Viral Buta Usai Vaksinasi, Walkot Malang Sebut Belum Tentu KIPI

Muhammad Aminudin - detikNews
Jumat, 03 Des 2021 22:11 WIB
wali kota malang sutiaji
Wali Kota Malang Sutiaji (Foto: Muhammad Aminudin)
Malang -

Wali Kota Malang Sutiaji angkat bicara soal kasus viral buta akibat vaksinasi yang dialami Joko Santoso (38). Sutiaji mengimbau warga tidak khawatir, karena kasus yang dialami Joko belum tentu Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi atau KIPI.

"Masyarakat jangan takut, toh ini masih belum jelas. Jangan ada ketakutan, sampai saat ini belum tahu apakah karena vaksin atau tidak," kata Sutiaji kepada wartawan, Jumat (3/12/2021).

Sutiaji menegaskan pihaknya sepenuhnya bertanggung jawab atas kondisi yang dialami oleh warga Jalan Burung Gereja, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, tersebut. Pemkot Malang mendampingi Joko khususnya dalam mendapatkan penanganan medis dari gejala yang dikeluhkan sehingga Joko dapat kembali pulih.

"Kami bertanggung jawab, untuk Pak Joko ini pulih lagi. Kalau itu memang akibat dari KIPI, kalau itu memang akibat dari vaksin. Tapi sampai saat ini beliau sudah saya telepon. Sudah bisa melihat cahaya, tapi melihat orang masih belum bisa. Dan ini akan kami lakukan terus menerus komunikasi dan konsultasi kepada provinsi dan tentu kepada pusat," beber Sutiaji.

Untuk itu, Sutiaji meminta masyarakat tidak panik atas kasus yang menimpa Joko, apalagi vaksinasi dosis pertama di Kota Malang telah mencapai 98 persen. Sementara dosis kedua sudah hampir 70 persen. "Sekali lagi kami sampaikan masyarakat vaksinasi di Kota Malang sudah 98 persen, kedua (dosis) hampir 70 persen. Maka, jangan ada ketakutan," ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Sutiaji turut menjelaskan, bahwa tim dari Kota Malang telah diminta memaparkan kasus yang dialami oleh Pemprov Jatim. Dalam hal ini adalah KIPI di tingkat propinsi dan pusat.

"Untuk menyampaikan secara menyeluruh riwayatnya. Apakah ini akibat vaksin masih belum jelas. Saat ini kadar gulanya sampai 200," kata Sutiaji.

Sutiaji menceritakan bahwa Joko menjalani vaksinasi pada 3 September 2021 sekitar pukul 10 pagi. Saat itu, petugas telah melakukan screening terhadap Joko sebelum menerima vaksin. Mulai dari tensi darah, kadar gula sekaligus apakah memiliki riwayat penyakit.

"Dicek semua dengan proses screening. Hasilnya baik-baik saja, maka dia (Joko) lolos. Pukul setengah 12 siang, setelah pulang ada gejala pusing dan muntah, kemudian dikasih obat sama istrinya. Sore penglihatannya kabur, diteruskan malam juga demikian. Sampai paginya malah tidak kehilatan," tutur Sutiaji.

Esok harinya, lanjut Sutiaji, Joko langsung dijemput tenaga kesehatan dari puskesmas untuk dibawa ke rumah sakit. Tujuannya, melihat penyebab dari gejala yang dialami. Hasil pemeriksaan di RS dr Syaiful Anwar (RSSA) kala itu baik-baik saja.

"Gejala-gejala yang membuktikan ini karena vaksin atau tidak belum ditemukan," tandas Sutiaji.

(iwd/iwd)