Sidang Putusan Stella yang Curhat Soal Klinik Kecantikan di Medsos Ditunda

Amir Baihaqi - detikNews
Kamis, 02 Des 2021 17:45 WIB
Stella Monica Hendrawan, pasien klinik kecantikan di Surabaya jalan sidang
Stella saat mengikuti persidangan (Foto: Istimewa)
Surabaya - Sidang agenda putusan Stella Monica Hendrawan, terdakwa kasus pencemaran nama baik klinik L'viors ditunda. Penundaan sidang karena majelis hakim tidak lengkap.

Sesuai jadwal, sidang putusan Stella rencanannya akan digelar di ruang Cakra Pengadilan Negeri Surabaya pada pukul 09.00 WIB. Stella dan tim penasihat hukumnya tampak sudah hadir sejak pukul 08.00 WIB.

Namun pada pukul 11.00 WIB hanya ada seorang majelis hakim saja yang hadir bernama Imam Supriadi. Sedangkan dua anggota majelis hakim lainnya berhalangan hadir. Karena tak lengkap, Imam kemudian mengumumkan sidang ditunda hingga 2 pekan ke depan.

Usai mendengar sidang tuntutannya ditunda, Stella mengaku kecewa. Sebab penundaan itu berakibat akan menyita waktunya lebih lama. Padahal ia sudah menunggu apa putusan terhadap dirinya.

"Kalau bisa ya segera cepat ya selesainya. Kan bisa tahu keputusannya seperti apa. Kalau kayak gini kan tambah menyita waktu," ujar Stella, Kamis (2/12/2021).

Selain menyita banyak waktunya, lanjut Stella, penundaan sidang juga tanpa diberitahukan sebelumnya. Hal ini lah yang membuat ia semakin kecewa sudah datang sejak pagi.

"Kita juga baru dikasih tahu hari ini juga. Katanya majelis hakimnya tidak lengkap. Dan tidak bisa dijalankan sidangnya," jelas Stella.

Kasus Stella ini bermula gegara curhatannya pada Desember 2019. Saat itu, dia mengeluhkan layanan Klinik L'viors yang tak sesuai harapannya melalui postingan di media sosial, Instagram.

Dianggap tidak merespon somasi, pada 7 Oktober 2020, Polda Jatim menetapkan Stella sebagai tersangka. Berkas Stella ini dilimpahkan ke kejaksaan dan mulai menjalani sidang pada 22 April 2021.

Dalam sidang perdananya, Stella didakwa melanggar Pasal 27 Ayat 3 Jo Pasal 45 Ayat 3 UU No 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU No 11 Tahun 2008 tentang ITE. Kemudian pada sidang tuntutan 21 Oktober, jaksa menuntut 1 tahun penjara dan denda Rp 10 juta subsider 2 bulan kurungan. Usai mendengar tuntutan tersebut, Stella mengajukan pembelaan pada 28 Oktober 2021.

Sambil terisak menangis, Stella menyebut bahwa dirinya sengaja dibungkam untuk tidak mengatakan hal-hal buruk kepada klinik kecantikan L'viors. Menurut Stella, sebagai pihak penyedia jasa atau klinik kecantikan, sudah seharusnya bisa menerima hal baik dan buruk dari konsumen. Namun hal itu tidak dilakukan Klinik L'viors, sehingga membuatnya menjadi pesakitan di kursi sidang. (iwd/iwd)