Penadah Ponsel di Malang Ini Tak Jadi Diproses Hukum Berkat Restorative Justice

Muhammad Aminudin - detikNews
Jumat, 26 Nov 2021 17:44 WIB
restorative justice di kejari malang
Seorang penadah HP dilakukan restorative justice sehingga bebas dari penahanan (Foto: Muhammad Aminudin)
Malang - Restorative justice diterapkan Kejaksaan Negeri Kabupaten Malang dalam kasus penadahan ponsel curian. Ponsel tersebut dikembalikan kepada korban.

Kepala Seksi Pidana Umun Robert Simatupang melalui Kasubsi Penuntutan, Eksekusi dan Eksaminasi Kejari Malang Rendy Aditya Putra mengatakan, keadilan restoratif tersebut dilakukan terhadap Baidowi (35), warga Dusun Panggung, Desa Kidal, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang.

Baidowi merupakan tersangka kasus penadahan yang dijerat Pasal 480 KUHP. Sebelumnya Baidowi membeli satu buah ponsel merek Oppo dari seseorang bernama Saiful pada Febuari 2021 lalu.

Ternyata dari hasil penyidikan, ponsel yang dibeli seharga Rp 1 juta tersebut merupakan hasil kejahatan.

"Yang bersangkutan (Baidowi) mulanya membeli HP merek Oppo seharga Rp 1 juta dari saksi bernama Saiful. Dari hasil penyidikan, HP tersebut merupakan barang hasil kejahatan sehingga dijerat Pasal 480 KUHP soal penadahan," ujar Rendy kepada detikcom, Jumat (26/11/2021).

Rendy menambahkan Berdasarkan ekspose atau gelar perkara bersama Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur dan Jaksa Muda Pidana Umum yang digelar Kamis (25/11/2021), diputuskan adanya restorative justice terhadap kasus yang menjerat Baidowi. Dan ini merupakan keputusan pertama kalinya yang dikeluarkan oleh Kejari Kabupaten Malang.

"Sesuai persetujuan pimpinan dalam hal ini Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur dan Jampidum, Kepala Kejari Kabupaten Malang mengeluarkan surat penghentian penuntutan berdasarkan keadilan restorative," imbuhnya.

Menurut Rendy, ada beberapa pertimbangan yang mendasari keputusan restorative justice terhadap kasus Baidowi.

Pertama tersangka baru pertama kali melakukan tindak pidana, kedua adalah kerugian dari tindak pidana yakni hanya sebesar Rp 1,8 juta. Pertimbangan berikutnya, telah ada perdamaian antara korban Winarsih (54), warga Pamotan, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang, dengan tersangka Baidowi.

"Dan yang terakhir, masyarakat dalam hal ini khususnya lingkungan tersangka tinggal memberikan respons positif artinya memang tersangka ini orang yang baik dan tidak pernah terlibat kasus tindak pidana," terang Rendy.

Bersamaan dengan adanya keputusan restorative justice tersebut, lanjut Rendy, maka tersangka dibebaskan setelah sempat menjalani penahanan sejak dimulainya penyidikan di kepolisian hingga pelimpahan berkas perkara tahap 2.

"Bersamaan dengan keputusan keadilan restorative, maka tersangka dibebaskan dari penahanan. Dan barang bukti ponsel merek Oppo dikembalikan kepada korban," tegasnya.

Rendy turut menegaskan jika restorative justice hanya berlaku untuk kasus Baidowi. Sementara kasus pencurian HP merek Oppo tetap berjalan sesuai tindak pidana yang dilakukan oleh pelaku.

"Untuk kasus pencuriannya tetap jalan," pungkasnya. (iwd/iwd)