Jalan 'Offroad' di Jombang Bikin Bisnis di Sekitarnya Mati

Enggran Eko Budianto - detikNews
Rabu, 24 Nov 2021 16:59 WIB
jalan rusak di jombang
Jalan rusak ini matikan aktivitas perdagangan di areal sekitarnya (Foto: Enggran Eko Budianto)
Jombang - Jalan Tapen-Kabuh di Jombang rusak parah dan berlumpur imbas pengalihan arus lalu lintas proyek Jembatan Ploso. Kerusakan jalan kabupaten itu mengakibatkan matinya aktivitas perdagangan di lokasi.

Titik kerusakan parah di Dusun Tapen Lor, Desa Tapen, Kecamatan Kudu, Jombang dengan panjang sekitar 500 meter. Jalan kabupaten ini menghubungkan Desa Tapen dengan Desa/Kecamatan Kabuh. Jalan ini biasa menjadi jalur alternatif Lamongan menuju Jombang dan Mojokerto.

Jalur selebar 4 meter itu dulunya berupa jalan aspal. Kini, jalan tersebut sarat kubangan dan lumpur akibat banyaknya kendaraan besar yang melintas. Tak sedikit pengguna jalan yang terjebak lumpur dan berjatuhan di lokasi.

Tidak hanya itu, kerusakan jalan yang terjadi sejak 3 bulan lalu secara perlahan membunuh bisnis warga setempat. Ketua RT setempat Abdul Yaqun (33) mengatakan sudah ada 10 toko dan warung milik warga yang tutup karena sepi pembeli.

jalan rusak di jombangFoto: Enggran Eko Budianto

"Sepinya pembeli karena orang-orang pada malas ke sini, keadaannya seperti ini, jalannya rusak parah," kata Yaqun kepada detikcom di lokasi jalan rusak, Rabu (24/11/2021).

Pemilik toko bangunan di lokasi jalan rusak Rendis Tania (21) menuturkan omzetnya turun drastis sejak jalan di depan tokonya rusak parah tiga bulan terakhir. Tak tanggung-tanggung, omzetnya anjlok hingga 70 persen per hari.

"Biasanya sehari bisa dapat Rp 7-8 juta, sekarang dapat Rp 2 juta itu susah. Karena jalannya rusak, orang mau belanja jadi malas karena kayak gini," terangnya.

Sepinya pembeli juga dirasakan Tamim (56), penjual nasi di lokasi jalan rusak. Jalan rusak dan berlumpur membuat pembeli enggan mampir ke warung miliknya. Ia berharap Pemkab Jombang segera turun tangan memperbaiki jalan tersebut.

"Biasanya bisa habis 5 Kg nasi, kini gak bisa habisin. Sebelum jalan rusak itu bisa dapat Rp 250 ribu, kini hanya dapat Rp 100 ribu," ungkapnya.

Kerusakan jalan ini terjadi karena pengalihan arus lalu lintas akibat proyek pembangunan Jembatan Ploso. Semua kendaraan dari arah Lamongan ke Jombang dan sebaliknya dialihkan ke Jalan Raya Tapen-Kabuh.

Kades Tapen Bahrul Ulum mengaku sudah berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pihak terkait. Ia berharap, segera ada perbaikan jalan di desanya. Untuk sementara, pihaknya melakukan perbaikan swadaya dengan menguruk lubang-lubang di jalur tersebut.

"Kami sudah koordinasikan semua, termasuk dengan pelaksana proyek Jembatan Ploso. Bahwasanya ada pengalihan arus, kalau ada dampak kerusakan akan dibenahi," tandasnya. (iwd/iwd)