Sampah di Sidoarjo Diolah Jadi Briket, Bupati Dorong Ditularkan ke TPA Lain

Suparno - detikNews
Selasa, 23 Nov 2021 16:16 WIB
mendorong pengelola Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) untuk bisa memanfaatkan potensi ekonomi dan lingkungan dari pengolahan sampah di TPST
Bupati Gus Muhdlor di lokas sampah (Foto: Dok Pemkab Sidoarjo)

"InsyaAllah proses pengolahan sampah di TPA Jabon dijadikan briket bisa dimulai awal tahun depan, saya juga sudah instruksikan ke DLHK untuk turun mendampingi, monitoring dan mengawal TPST-TPST. Kita urai permasalahan sampah ini mulai dari hulu sampai hilir. Sambil kita edukasi masyarakat untuk disiplin tidak membuang sampah di kali, karena ini akan nambah satu masalah lagi," tambah Gus Muhdlor.

Dalam sehari TPST Banjarbendo mengolah sampah sekitar 50 - 60 Ton dan bisa menghasilkan briket 3 - 5 ton. Sebelum diolah menjadi briket, terlebih dulu dilakukan pemilahan antara sampah oragnik dan non organik. Setelah dipilah, sampah dikeringkan sebelum dimasukkan ke mesin pencetak briket.

Sugito, koordinator pengelola TPST Desa Banjarbendo menuturkan proses pengolahan sampah dijadikan briket awalnya mencoba-coba. Berbagai eksperimen sudah dijalani.

Alumni Jurusan Mesin Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya itu mengaku untuk peralatan yang dipakai mengolah sampah jadi briket itu merupakan hasil karyanya sendiri. Ia mendesain sendiri peralatan dan mesin yang dipakai, mulai dari alat memilah sampah, mengeringkan hingga mesin untuk mencetak briket semua dirakit bersama timnya.

Menurut Sugito yang juga salah satu pegiat lingkungan di Kota Delta modal utama berkecimpung dalam pengelolaan sampah yang paling penting adalah memiliki kepedulian terhadap kebersihan lingkungan. Sementara bienis atau atau ekonominya otomatis akan mengikuti.

"Berangkatnya kita peduli kepada lingkungan, peduli kepada kebersihan. Itu modal utama. Kemudian tidak berpikir orietasi bisnis, kalaupun ada pendapatan yang masuk itu hanya mengikuti saja. Seperti di TPST Desa Banjarbendo ini dikelola 14 orang, kita bisa memberikan penghasilan yang cukup," tandas Sugito.


(fat/fat)