Pemprov Jatim Catat Transaksi Tertinggi Belanja Barang-Jasa Secara Daring Rp 27 M

Faiq Azmi - detikNews
Senin, 22 Nov 2021 20:31 WIB
Gubernur Khofifah
Gubernur Khofifah (Foto: Faiq Azmi/detikcom)
Surabaya -

Pemprov Jatim menjadi provinsi di Indonesia yang mencatatkan transaksi tertinggi dalam belanja barang dan jasa secara daring. Hingga Senin (22/11), tercatat Pemprov Jatim telah melakukan transaksi secara daring dengan nominal Rp 27 miliar.

Anggaran tersebut, dibelanjakan melalui Jatim Belanja Online (Jatim Bejo) yang merupakan platform bagi UMKM/UKM untuk menjadi penyedia barang dan jasa bagi pemerintah dan dapat mengakses belanja daerah.

Hari ini, Pemprov Jatim menggelar penyerahan penghargaan Jawa Timur Belanja Online (Jatim Bejo). Gubernur Khofifah Indar Parawansa mengatakan, dari 38 kabupaten/kota di Jatim, sebanyak 21 Pemda telah bergabung dalam Jatim Bejo. Ia berharap tahun depan, seluruh 38 Pemda sudah bergabung ke Jatim Bejo dan mensukseskan program belanja online dari UKM.

"Program Jatim Belanja Online ini seiring dengan arahan Presiden yang ingin agar UMKM, UKM kita menemukan market place nya. Maka dengan Jatim Bejo ini APBD kabupaten kota akan bisa diakses oleh para pelaku UKM dan UMKM kita baik itu e-katalog maupun toko daringnya," ujar Khofifah di Dyandra Convention Hall, Surabaya, Senin (22/11/2021).

Khofifah mengungkapkan, masih ada kendala dalam Jatim Bejo. Di mana hanya UMKM/UKM yang telah memiliki badan hukum yang bisa bergabung. Sedangkan yang belum memiliki, BPK belum bisa memproses, sehingga UMKM/UKM harus menginduk ke pengepul yang skalanya lebih besar dan punya badan hukum.

"Seandainya aturan ini bisa diperlonggar mungkin pelaku UMKM kita bisa lebih utuh dalam menerima keuntungan dan jangkauan kita juga akan lebih luas. Karena tentu kita harapkan bersama upaya menyerap usaha mikro dan kecil harus kita lakukan dan peluas dengan berstandar pada regulasi yang berlaku," ungkapnya.