Tradisi Ganjuran Ada di Lamongan Tergerus Zaman, Perempuan Lamar Pria

Eko Sudjarwo - detikNews
Selasa, 23 Nov 2021 14:59 WIB
salah satu pasangan yang baru saja melangsungkan pernikahan, Iyan dan Hilda
Pasangan baru Iyan dan Hilda/Foto: Istimewa (Dok Pribadi)

"Ya seneng aja dilamar perempuan, ikut tradisi warga Lamongan. Sebab di daerah saya, pria yang melamar perempuan, bukan sebaliknya," tandasnya.

Sementara salah satu pasangan yang baru saja melangsungkan pernikahan, Iyan dan Hilda mengaku dari awal mereka tidak memakai tradisi perempuan melamar laki-laki seperti yang dikenal luas di Lamongan.

"Kemarin biasa saja mas, seperti yang umum, tidak seperti tradisi yang dikenal Lamongan. Ya karena saya tidak tahu soal tradisi ini. Orangtua juga tidak meminta tradisi ini (Ganjuran) juga," tegas Iyan.

Kabid Kebudayaan Disparbud Lamongan Mifta Alamuddin mengakui jika sebagian warga Lamongan masih ada yang menganut tradisi unik sebelum pernikahan ini. Tradisi unik yang jarang dijumpai di tempat lain itu adalah tradisi di mana perempuan yang melamar laki-laki.

"Tradisi perempuan melamar atau ngganjur laki-laki ini di sebagian warga masih ada yang menjalankannya," kata Mifta Alamuddin saat berbincang dengan detikcom.

Dia menyebut dalam tradisi lamaran ini sendiri terdapat beberapa tahapan yang pertama adalah Njaluk atau meminta. Tahap berikutnya adalah ganjuran yang berarti lamaran. Pada tahap ini, pihak perempuan melamar pihak laki-laki lalu selang beberapa hari pihak laki-laki akan membalas ganjuran tersebut ke pihak perempuan.

"Selama prosesi lamaran ini kedua belah pihak juga membawa seserahan berupa makanan atau jajanan sesuai dengan kemampuan masing-masing. Tahap ketiga ialah milih dino atau memilih hari baik untuk melangsungkan akad nikah," jelasnya.

Meski sudah langka, Mifta menyebut sebagian warga Lamongan masih ada yang menerapkan tradisi lamaran ganjuran. Mifta mengakui, dia sendiri ketika menikah dulu tidak mengikuti tradisi Lamongan ini karena beristrikan orang dari luar Lamongan.

"Saya (yang melamar) karena kebetulan istri saya dari luar Lamongan," akunya.


(fat/fat)