Melon Mbegidak, Hasil Urban Farming Lamongan yang Kualitasnya Swalayan

Eko Sudjarwo - detikNews
Rabu, 24 Nov 2021 07:23 WIB
melon mbegidak
Melom mbegidak hasil urban farming yang kualitasnya swalayan (Foto: Eko Sudjarwo)
Lamongan -

Alternatif berkebun secara mandiri di perkotaan atau urban farming ternyata juga ada di Lamongan. Bahkan, dari urban farming yang berada di kota Lamongan ini lahir buah melon yang disebut dengan melon mbegidak dengan kualitas swalayan.

Ya, panen pertama dari Melon Mbegidak yang ditanam dengan konsep urban farming ini telah dilakukan dan hasilnya tidak mengecewakan. Urban farming yang berlokasi di pinggir Kota Lamongan, tepatnya di Jalan Soekarno Hatta atau yang selama ini dikenal dengan kawasan Jalan Anyar Made ini menanam bibit melon yang biasa dipasarkan di swalayan.

"Mengambil narasi 'Melon Mbegidak', melon hasil tanam urban farming Lamongan ini dijamin membuat penikmatnya akan ketagihan karena rasanya," kata petani milenial Lamongan yang memulai urban farming Melon ini, Irfan kepada detikcom, Rabu (24/11/2021).

melon mbegidakIrfan, petani urban farming melon mbegidak (Foto: Eko Sudjarwo)

Irfan mengungkapkan urban farming bisa menjadi salah satu solusi di tengah perkotaan yang padat penduduk dan bangunan. Kegiatan berkebun secara mandiri di wilayah perkotaan ini, kata Irfan, menjadi salah satu solusi untuk menciptakan lahan terbuka hijau di tengah padatnya wilayah perkotaan dengan pemanfaatan lahan terbatas seperti pekarangan rumah.

"Generasi milenial akan cukup menyenangi cara pertanian hortikultura semacam ini karena tidak terlalu ribet, praktis, dan sesuai dengan dengan sense anak muda," ujarnya.

Untuk saat ini, lanjut Irfan, melon mbegidak yang ditanam ini memiliki jenis dengan kualitas swalayan. Melon yang ditanam di lahan pekarangan pinggir kota Lamongan ini terdiri dari jenis melon merlin f1, pertiwi, new kinanti, dan glamour.

"Sambil belajar, melihat kualitas daripada tanaman, sementara ini kami menanam merlin, pertiwi, new kinanti, sama glamour. Melon glamour, new kinanti, merlin ini kelasnya swalayan, kalau pertiwi seperti yang biasanya di pasar," terang Irfan.

Irfan menyebut, hasil tester kemanisan yang dihasilkan dari urban farming melon mbegidak ini juga di atas standar rasa yang ada yaitu di atas 11 poin. Padahal, aku Irfan, tester kemanisan standarnya adalah 10. Meski tumbuh di musim penghujan, lanjut Irfan, masyarakat tidak perlu khawatir karena melon ini tetap memiliki rasa yang manis semanis madu, dengan tekstur crunchy, dan harga yang di bawah rata-rata tentunya.

"Hasil tester kemanisannya juga di atas 11, standarnya 10," imbuh Irfan.

(iwd/iwd)