Pertamina EP Jelaskan Penyebab Bau Busuk yang Bikin Warga Bojonegoro Pusing

Ainur Rofiq - detikNews
Senin, 22 Nov 2021 22:00 WIB
Warga Bojonegoro meminta pengeboran minyak yang menimbulkan bau busuk dihentikan sementara. Pengeboran minyak ini dikelola Pertamina EP Asset 4.
Sekitar Pertamina EP Sukowati Field/Foto: Ainur Rofiq/detikcom
Bojonegoro -

Bau busuk kembali keluar dari pengeboran minyak yang dikelola Pertamina EP Asset 4. Pertamina EP menjelaskan penyebab bau yang membuat warga pusing hingga mual.

Pertamina EP menegaskan, dalam kegiatan perawatan sumur berupa well intervention sumur SKW-30 hari ini, ada gas yang terjebak dalam liquid atau gas pocket release. Dalam waktu kurang dari satu menit sudah dapat diatasi dan dilakukan sirkulasi ke dalam sistem.

Totok Parafianto, Field Manager Pertamina EP Sukowati Field menjelaskan, yang terjadi di SKW-30 bukan merupakan gas kick. "Ini bukan semburan tapi gas pocket release yang keluar dari sumur minyak, karena adanya perubahan suhu dan tekanan ketika sumur tersebut dilakukan maintenance," jelas Totok, Senin (22/11/2021).

Namun sesuai standar operasi dan keselamatan, Pertamina EP Sukowati Field tetap melakukan pemantauan gas H2S dan didapatkan nilai 0 (nol) Ppm. Itu artinya udara dalam keadaan aman.

Tim Sahabat Pertamina juga memastikan kondisi masyarakat di sekitar lokasi, dengan terjun langsung di sekitar area. "Arah angin menuju RT 01, 02 dan 03. Jadi Tim Sahabat Pertamina langsung menuju ke sana untuk memastikan kondisi warga dan melakukan pemeriksaan," tambah Totok.

Pertamina EP Sukowati Field juga terus berkoordinasi dengan pemerintah setempat. "Terima kasih atas dukungan dari segenap stakeholders, terutama pemerintah desa yang selalu ada membantu kami baik dalam hal menjalankan operasional maupun program CSR," tutup Totok.

Sebelumnya diberitakan, bau busuk kembali keluar dari pengeboran minyak yang dikelola Pertamina EP Sukowati Field. Warga terdampak merasa pusing hingga mual.

"Tadi warga langsung berhamburan ke rumah karena bau busuk dari sumur minyak yang ada di dekat permukiman warga. Rata-rata tadi kebanyakan pusing terus mual," kata salah seorang warga, Pamuji kepada detikcom.

(sun/bdh)