Khofifah Minta UMKM Tingkatkan Kompetensi Agar Tetap Eksis dan Berkembang

Hilda Meilisa - detikNews
Senin, 22 Nov 2021 10:59 WIB
gubernur khofifah
Gubernur Khofifah (Foto: Dok. Pemprov Jatim)
Surabaya - Jumlah UMKM di Surabaya meningkat sebanyak 40 ribu sepanjang 2020 hingga awal 2021. Hal ini berdasarkan data Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Dinkopum) Surabaya.

Data dari Dinas Koperasi dan UKM Jawa Timur menyebutkan jumlah UMKM seluruh Jatim mencapai 9,7 juta. Potensi luar biasa ini menjadi penyumbang pertumbuhan ekonomi terbesar di Jatim.

Dari data ini, Gubernur Khofifah Indar Parawansa mengatakan pergerakan UMKM yang memanfaatkan platform digital sudah semakin tinggi. Namun dukungan kompetensi masih cukup rendah.

Untuk itu dibutuhkan pelatihan kemampuan membangun komunikasi dengan pelanggan, serta memperluas jaringan penjualan agar setiap pelaku usaha dapat terus bertahan dan mengembangkan bisnisnya.

Salah satu yang kerap memberikan pelatihan pada UMKM yakni Tokko. Khofifah mengatakan hal ini turut berperan dalam pemulihan ekonomi di daerah atau nasional.

"Saya sangat mengapresiasi kontribusi Tokko dalam mendorong kemajuan UMKM di Jawa Timur, sehingga daya saing UMKM dapat terus meningkat dan terus berjuang mengambil peran dalam pemulihan ekonomi nasional dan daerah," ujar Khofifah dalam keterangan tertulisnya, Minggu (21/11/2021).

Khofifah mengatakan saat ini pihaknya telah melakukan upaya penguatan UMKM seperti kurasi produk melalui Rumah Kurasi Bank Indonesia (BI). Program ini merupakan satu-satunya di Indonesia yang memberikan sertifikasi kurator oleh Kadin, dan pendampingan agar usaha mereka dapat lebih dikenal dan lebih maju.

"Semoga dapat merangkul lebih banyak UMKM di Jawa Timur dan terus mengambil bagian dalam upaya transformasi digital di Indonesia," harapnya. (hil/iwd)