Belajar Jadi Pengusaha Berdampak Lewat Pahlawan Digital UMKM Roadshow

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 21 Nov 2021 21:06 WIB
Setelah sukses diselenggarakan pada 2020, Pahlawan Digital UMKM kembali hadir. Sebuah inisiasi untuk mencari dan memberdayakan inovator yang membantu UMKM lebih berdaya dan go digital.
Staf Khusus Presiden, Putri Tanjung di Pahlawan Digital UMKM Roadshow/Foto: Istimewa
Surabaya -

Setelah sukses diselenggarakan pada 2020, Pahlawan Digital UMKM kembali hadir. Sebuah inisiasi untuk mencari dan memberdayakan inovator yang membantu UMKM lebih berdaya dan go digital.

Acara bertajuk 'Pahlawan Digital UMKM Roadshow: Educating Youth Business' ini digelar di Hotel El Royale, Banyuwangi pada Minggu (21/11/2021). Acara ini menghadirkan serangkaian workshop, klinik konsultasi UMKM, dan seminar tentang entrepreneurship.

Acara yang merupakan kolaborasi Pahlawan Digital UMKM dan komunitas Nongkibar ini, dihadiri oleh 80 wirausaha muda Banyuwangi secara offline dan 300 lainnya secara online.

Dalam acara ini, Staf Khusus Presiden Putri Tanjung, Ketua Umum Indonesia Creative Cities Network (ICCN) Fiki Satari, dan CEO Wahyoo Peter Shearer membagikan cara untuk membangun bisnis kreatif yang berdampak.

Putri menyampaikan, salah satu hal yang penting untuk menjadi pengusaha adalah harus terus mencoba dan bereksperimen menciptakan sesuatu untuk mengetahui passion. Hal yang diciptakan tersebut harus menjadi solusi untuk mengatasi permasalahan.

"Pengusaha itu orang yang bisa mencari kesempatan dan membuat kesempatan, melihat masalah dan mengolah bagaimana cara mengatasinya, kita cari solusinya. Jadi kita adalah change maker. Kita adalah agen pemecah masalah. Masalah di Indonesia ini banyak, kita sebagai pengusaha melihat itu sebagai peluang," kata Putri.

Hal yang sama juga disampaikan Peter Shearer. Peter membangun Wahyoo, aplikasi penyedia kebutuhan bahan baku untuk usaha kuliner, setelah mendatangi para pemilik warung dan mengetahui masalah mereka, yakni memiliki waktu istirahat sedikit karena harus berbelanja bahan baku ke pasar pada dini hari, sedangkan mereka berjualan sampai tengah malam.

"Solusinya, kita bantu lewat aplikasi belanja. Jadi mereka enggak repot lagi manasin motor dan angkat bahan baku berat-berat. Jadi, untuk mencari solusi, kita harus datang, dengarkan curhat mereka, sakitnya mereka apa. Kita harus menjadi seorang pemecah masalah. Kita harus jadi seseorang yang bisa memberikan dampak bagi banyak orang," ujar Peter.

Setelah sukses diselenggarakan pada 2020, Pahlawan Digital UMKM kembali hadir. Sebuah inisiasi untuk mencari dan memberdayakan inovator yang membantu UMKM lebih berdaya dan go digital.Staf Khusus Presiden Putri Tanjung/ Foto: Istimewa

Kelas workshop dan klinik konsultasi UMKM

Dalam acara ini, para peserta juga mendapatkan kelas workshop yang diisi oleh para alumni program Pahlawan Digital UMKM, seperti CEO Credibook Gabriel Frans yang menyampaikan materi mengenai pembukuan digital bagi UMKM.

Lalu, CEO Kang Duren Dzulfikri memberikan materi soal cara memanfaatkan digital marketing untuk memasarkan produk.

Ada pula kelas Startup 101 yang diisi oleh Co-Founder Qasir.id Rachmat Anggara dan Tim Staf Khusus Presiden, Axel Hugo. Dalam kelas ini, para peserta diberi wawasan membangun startup yang bisa bertahan dan berdampak.

Kemudian, di klinik konsultasi UMKM, para peserta juga berkesempatan untuk sharing dan konsultasi mengenai produk atau usaha mereka kepada Putri Tanjung dan para pemateri lainnya. Dengan demikian, para pemateri bisa menganalisis dan memberikan solusi untuk mengatasi masalah bisnis mereka.