Vokalis Musik Metal di Lamongan Bikin Usaha Bonsai Kelapa Modal Rp 50 Ribu

Eko Sudjarwo - detikNews
Senin, 15 Nov 2021 11:18 WIB
Berbekal uang Rp 50 ribu, vokalis band metal di Lamongan memulai usaha yang tak jauh-jauh dari dunia seni. Usahanya tersebut yakni kerajinan bonsai kelapa.
Bonsai kelapa berkarakter/Foto: Eko Sudjarwo/detikcom
Lamongan - Berbekal uang Rp 50 ribu, vokalis musik metal di Lamongan memulai usaha yang tak jauh-jauh dari dunia seni. Usahanya tersebut yakni kerajinan bonsai kelapa.

Ia yakni Purnomo (34), warga Desa Kaligerman, Kecamatan Karanggeneng. Dulu, Purnomo sama sekali tidak berminat dengan usaha kerajinan bonsai kelapa.

"Sebelum menekuni bonsai kelapa ini, dulunya saya juga aktif di komunitas musik underground. Bahkan juga menjadi vokalis musik band metal dan beberapa kali membuat rilisan kaus maupun aksesoris untuk komunitas underground," kata Purnomo saat berbincang dengan wartawan, Senin (15/11/2021).

Berbekal uang Rp 50 ribu, vokalis band metal di Lamongan memulai usaha yang tak jauh-jauh dari dunia seni. Usahanya tersebut yakni kerajinan bonsai kelapa.Purnomo (34)/ Foto: Eko Sudjarwo/detikcom

Purnomo mulai menyukai seni bonsai kelapa seiring dengan banyaknya peminat. Purnomo mengaku memulai usaha bonsai kelapa sejak 2020. Bahkan, Purnomo masih mengingat tanggal ia memulai usaha barunya itu. Yaitu 4 Desember 2020 dengan modal uang Rp 50 ribu.

"Awalnya kurang berminat, tapi karena perkembangan tanaman bonsai kelapa dan melalui berbagai referensi melalui komunitas, akhirnya saya banyak belajar mulai menikmati dunia baru ini," ujar Purnomo.

Seiring waktu berselang, usaha Purnomo pun berkembang. Ia mengembangkan bonsai kelapa biasa atau yang masih original di Galeri Bonkla atau Bonsai Kelapa Lamongan miliknya. Kini Purnomo juga mulai fokus dengan bonsai kelapa karakter karena peminatnya lebih banyak daripada yang lain.

"Tetap membuat bonsai kelapa yang original, tapi sekarang saya lebih fokus ke bonsai karakter. Seperti merangkai bonsai-bonsai ini menjadi boneka karena lebih banyak peminatnya," terangnya.

Proses pembuatannya, Purnomo mengungkapkan, dimulai dengan mencari dan memilah bahan baku yang tepat. Jika di sekitarnya sudah tidak ada bahan yang dianggap bagus, Purnomo kemudian memanfaatkan teknologi informasi untuk mencari bahan baku. Dilanjutkan ke tahap pengeringan bahan kemudian pembibitan bonsai kelapa.

"Pemilihan bahan itu harus tua di pohon dulu, baru bisa dibuat bahan, dikeringkan kemudian baru masuk ke tahap pembibitan. Setelah sekitar 3 minggu sampai sebulan baru kelapa menetas atau tumbuh tunas. Sementara untuk media tanamnya, saya menggunakan media pasir laut, sekam, dan kompos," lanjut Purnomo berbagi tips.