Cerita Pria di Lamongan soal Nikmatnya Geluti Seni Bonsai

Eko Sudjarwo - detikNews
Senin, 04 Okt 2021 09:26 WIB
Buah jatuh tak jauh dari pohonnya. Mungkin peribahasa ini yang cocok untuk menggambarkan Khoirul Fatikin, warga Desa Dagan, Kecamatan Paciran, Lamongan.
Bonsai di Lamongan/Foto: Eko Sudjarwo
Lamongan -

Buah jatuh tak jauh dari pohonnya. Mungkin peribahasa ini yang cocok untuk menggambarkan Khoirul Fatikin, warga Desa Dagan, Kecamatan Paciran, Lamongan.

Berawal dari orang tua yang hobi bonsai, Khoirul akhirnya ikut-ikutan bahkan menggeluti dunia merangkai tanaman hias ini.

Ia mengaku mencintai seni bonsai karena orang tuanya. Khoirul kecil, ketika itu seringkali mengikuti sang bapak keluar masuk hutan mencari tanaman untuk dijadikan bonsai.

"Sejak kecil memang sering ikut bapak keluar masuk hutan mencari tanaman untuk dijadikan bonsai," kata Khoirul saat berbincang dengan wartawan, Senin (4/10/2021).

Khoirul mengaku, orang tuanya memang hanya seorang petani dan kebetulan memiliki hobi merangkai atau membuat bonsai. Ketika itu, bonsai hasil kreasi bapaknya pun ramai dikunjungi oleh para pembeli, yang berasal dari luar daerah Lamongan.

"Saya telah terjun dalam dunia tanaman bonsai sejak kecil. Hal tersebut lantaran pengaruh orang tua, turun temurun. Saya suka dengan bonsai mungkin faktor dari orang tua, yang suka sama bonsai lalu menurun ke saya," ujar Khoirul.

Hingga kini, ia pun telah memiliki ratusan tanaman bonsai. Menurut Khoirul, yang membuatnya suka dan tertarik dengan bonsai itu adalah unik dan seni.

Meski sudah bertahun-tahun menggeluti seni bonsai, ia semakin penasaran dengan dunia bonsai. "Bonsai adalah seni yang tidak ada habisnya. Ia tak sama seperti seni lainnya yang ketika sudah dibuat maka selesai prosesnya. Bonsai adalah tanaman yang hidup. Meski bonsai memiliki tampilan dan bentuk yang sudah nampak indah saat dirangkai, namun ia belum tentu selesai, ia masih terus bisa dikembangkan, kecuali jika tanaman dan orang yang merawatnya mati," imbuhnya.

Khoirul menuturkan, proses merangkai bonsai juga tidak sama antara satu tanaman dengan tanaman lainnya. Ia mengibaratkan merawat bonsai seperti merawat bayi, karena berbagai tanaman tersebut memiliki karakter dan keunikan sendiri, dan sebagai penghobi sekaligus perajin bonsai harus mengetahui jenis-jenis tanaman tersebut.

"Bonsai ini cara merawatnya bisa dibilang gampang-gampang susah. Harus diperlakukan seperti bayi dan diperhatikan terus agar bisa hidup sehat dan tidak stres. Jangan salah, tanaman bonsai ini pun bisa stres kalau tidak dirawat dengan gemati," tuturnya.