Round-up

Kenalkan, Nama Anak yang 19 Kata Jadi R - Akbar Zudan Cordosega Sura Talenta

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 13 Nov 2021 09:54 WIB
Anak di Tuban yang namanya 19 kata kini sudah mempunyai akta lahir. Dokumen kependudukan itu turun setelah nama 19 kata itu diganti.
Cordo dalam pangkuan sang ayah/Foto: Istimewa (dok.Camat Bancar)
Surabaya - Anak di Tuban yang namanya 19 kata sudah mempunyai akta lahir. Dalam dokumen kependudukan itu, namanya menjadi R - Akbar Zudan Cordosega Sura Talenta.

Sebelumnya, nama bocah itu yakni Rangga Madhipa Sutra Jiwa Cordosega Akre Askhala Mughal Ilkhanat Akbar Sahara Pi-Thariq Ziyad Syaifudin Quthuz Khoshala Sura Talenta (2). Namanya mencapai 19 kata.

Ia yang biasa dipanggil Cordo merupakan anak dari pasangan Arif Akbar (29) dan Suci Nur Aisyiah (26), yang tinggal di Desa Ngujuran, Kecamatan Bancar. Ia lahir 6 Januari 2019.

Kini namanya menjadi R - Akbar Zudan Cordosega Sura Talenta. Dengan nama baru tersebut, Cordo sudah memiliki dokumen kependudukan.

Pergantian nama bocah tersebut terjadi setelah adanya komunikasi yang intens dari Dirjen Dukcapil Kemendagri, Zudan Arif Fakrulloh dengan Arif dan tokoh adat Desa Ngujuran, Mujoko Sahid.

Bahkan Zudan mendatangi rumah Arif untuk memberikan secara langsung dokumen kependudukan milik Cordo. Seperti Akta Kelahiran, KK dan Kartu Identitas Anak (KIA).

"Meski demikian, nama Cordosega yang sebelumnya (19 kata), silahkan tetap menjadi nama adat baginya sehingga ketentuan adat tetap berlaku," terang Zudan, Rabu (10/11/2021).

Ia menjelaskan, nama R - Akbar Zudan Cordosega Sura Talenta dapat diakomodir dalam Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK). Sehingga proses pengurusan berbagai dokumen kependudukan dapat dilakukan.

"Yang penting untuk kepentingan negara, nama lengkap terbaru dari ananda Cordosega kami resmikan di dokumen kependudukan, agar mendapatkan berbagai pelayanan publik dengan mudah ke depannya," imbuh Zudan.

Sebelumnya, orang tua Cordo kesulitan mengurus dokumen kependudukan. Sebab, nama Cordo yang terdiri dari 19 kata dianggap terlalu panjang, tidak sesuai dengan ketentuan negara dalam SIAK.