Kades sebut ada Provokator di Balik Program Sumur Bor Pulau Merah Banyuwangi

Ardian Fanani - detikNews
Kamis, 04 Nov 2021 20:17 WIB
Penyaluran air bersih di Sumberagung, Pesanggaran
Penyaluran air bersih di Sumberagung, Pesanggaran (Foto: Ardian Fanani)

Sebagai kades, Vivin mengaku sangat menyayangkan ketika ada masyarakat luar yang turut campur dalam program-program masyarakat Sumberagung. Menurutnya, saat sebuah program gagal terlaksana lantaran adanya provokasi dari pihak luar maka yang dirugikan adalah masyarakat Desa Sumberagung.

"Misal dalam program air bersih ini, jika gagal, apa mereka itu mau bertanggung jawab atas kebutuhan air bersih masyarakat kami?," cetusnya.

Kepada awak media, Kades Vivin mengaku sangat mendukung program air bersih Rowo Rejo-Pulau Merah dan program air bersih Pancer. Alasannya, air sumur warga diwilayah setempat memang memiliki kualitas yang jelek. Air berwarna keruh, asin dan lainnya.

Dicontohkan, salah satu bukti bahwa air bersih sangat dibutuhkan adalah bantuan air bersih yang disalurkan BPBD Banyuwangi, kepada masyarakat Rowo Rejo, Dusun Pancer, Desa Sumberagung, pada Senin kemarin (1/11/2021). Bahkan ketika di lokasi, BPBD Banyuwangi, juga melakukan survei terhadap kualitas air sumur warga. Dan hasilnya, air sumur warga di Rowo Rejo, dinilai tidak layak konsumsi.

"Masyarakat Rowo Rejo hidup dengan air keruh itu sejak dulu. Makanya itu saya sangat mendukung program air bersih," gamblang Vivin.

Warga Pulau Merah, Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, Jawa Timur, berharap adanya program saluran air bersih. Karena kondisi air di sekitar tempat tinggal mereka terasa asin dan sedikit kotor. Namun sayang, harapan mereka mendapatkan air bersih terkendala dengan adanya penolakan beberapa warga Pancer.

Kondisi itulah yang membuat warga Pulau Merah, sangat mengharapkan adanya program air bersih. Hingga mendorong adanya pembentukan Pokmas HIPPA 'Suko Tirto'. Terlebih Pulau Merah memang merupakan daerah jujugan wisatawan nasional maupun internasional.

Gayung bersambut, tujuan HIPPAM pun mendapatkan bantuan dari operator Tambang emas Gunung Tumpangpitu, PT Bumi Suksesindo (PT BSI). Dan disepakati seluruh pembiayaan akan ditanggung oleh perusahaan tambang emas kebanggaan masyarakat Banyuwangi tersebut.

Proses penentuan lokasi sumber mata air dilakukan menggunakan metode Geolistrik. Guna memastikan saluran air bersih yang dibangun bisa optimal. Hasilnya, titik pembuatan sumur bor dilakukan di wilayah Rowo Rejo, Dusun Pancer, Desa Sumberagung.

Namun sayang, hingga kini pembuatan sumur bor belum bisa dilakukan. Menyusul adanya penolakan dari sejumlah warga dari Lingkungan Pancer. Informasi masyarakat, penolakan proyek saluran air bersih ini terjadi lantaran pembiayaan dilakukan oleh PT BSI.


(iwd/iwd)