Round-Up

Wajah Rusak hingga ke Psikiater, Stella Dapat Dukungan Ribuan Petisi

Tim Detikcom - detikNews
Selasa, 02 Nov 2021 14:38 WIB
Ribuan Orang Tandatangan Petisi Stella Monica Tak Bersalah, Stop Pidanakan Konsumen
Foto: Tangkapan Layar
Surabaya -

Pasien klinik kecantikan di Surabaya, Stella Monica Hendrawan, dituntut 1 tahun penjara dan denda Rp 10 juta subsider 2 bulan. Dia mengungkapkan efek cream yang dipakai L'VIORS, sehingga membuat wajahnya 'hancur'.

Tak hanya itu, saat hendak menghadiri persidangannya, Stella juga harus ke psikiater untuk menyembuhkan kondisi psikisnya. Namun, Stella mendapat dukungan dari ribuan petisi yang diteken untuk membebaskan Stella dari tuntutan itu.

Wajah 'hancur' ini ia ketahui setelah pindah ke klinik dan dokter yang baru. Pengakuan Stella itu dibeberkan dalam pembelaannya di Pengadilan Negeri Surabaya pada 28 Oktober 2021 lalu.

Dalam kesempatan itu, Stella juga membeberkan keterangan dokter di klinik barunya bahwa cream yang dipakai selama ini menyebabkan ketergantungan.

"Sebelum pindah, saya sempat rehat sekitar 2 bulanan karena stress akan kondisi wajah saya yang sudah menyerupai monster buruk rupa sampai saya merasa siap untuk berobat kembali," papar Stella, Senin (1/11/2021).

"Di klinik yang baru dengan dokter yang baru, wajah saya dicek dan dokter tersebut mendiagnosa bahwa wajah saya ini pembuluh darahnya sudah melebar kemana-mana sangat berantakan pula, kulit saya sangat tipis bahkan pori-pori saya sangat besar yang penyebab utamanya adalah ketergantungan cream racikan dokter dan mungkin adanya indikasi kesalahan dalam penindakan wajah. Karena sangat tidak masuk akal bila sudah dilakukan tindakan laser untuk bekas jerawat tetapi malah muncul jerawat-jerawat baru yang lebih parah dan ganas," imbuhnya.

Stella menambahkan, dari hasil diagnosa di klinik kecantikan dan dokter diketahui untuk memulihkan wajahnya perlu waktu lama. Salah satunya yakni harus melalui proses detoksifikasi. Tak hanya itu, di klinik dan dokter barunya, ia kemudian disarankan menggunakan skincare dari perusahaan yang jelas atau telah terdaftar di BPOM.

Tak hanya itu, Stella mengaku harus berobat ke psikiater karena sering cemas.

"Dan saya juga harus berobat ke psikiater. Karena kerap kali dirundung kecemasan yang berlebihan bahkan sampai tidak bisa tidur dengan nyenyak karena dihantui status saya sebagai tersangka. Bahkan sebagai terdakwa yang harus menghadapi publik atas status saya karena itu sangat menyakitkan mental saya," imbuhnya.

Sementara itu, ribuan orang menandatangani petisi 'Stella Monica Tak Bersalah, Stop Pidanakan Konsumen'. Petisi itu muncul usai Stella dituntut 1 tahun penjara dan denda Rp 10 juta subsider 2 bulan oleh jaksa. Stella dinilai telah mencemarkan nama baik Klinik L'VIORS Surabaya.