Pihak Klinik Kecantikan Buka Suara soal Kasus Stella Curhat di Medsos

Amir Baihaqi - detikNews
Rabu, 03 Nov 2021 13:54 WIB
Stella Monica Hendrawan, pasien klinik kecantikan di Surabaya jalan sidang
Stella Monica Hendrawan menjalani sidang/Foto: Istimewa
Surabaya -

Klinik L'viors Surabaya buka suara terkait kasus pencemaran nama baik yang menjerat Stella Monica Hendrawan. L'viors menegaskan, apa yang disampaikan Stella di persidangan dan ke media tidak benar.

Medical Director L'viors, dr Irene Christilia Lee mengaku sepakat dengan hak konsumen membela diri. Namun pihaknya juga berhak membela diri jika mendapatkan fitnah atau tuduhan, yang tidak berdasar dari Stella.

"Konsumen itu berhak membela diri. Itu saya setuju. Tapi kami sebagai bagian dari L'viors, kami ditindas seperti ini, kami ini kan makan dari L'viors juga kan. Kelangsungan hidup kami juga dari L'viors," ujar Irene kepada detikcom, Rabu (3/11/2021).

"Ya kita juga berhak membela diri kita. Masak sih kita difitnah kita diam saja. Untuk masyarakat sebenarnya kita gak mau buka. Sudah lah angin lalu lewat saja. Tapi semakin ke sini pemberitaannya semakin gak karu-karuan. Akhirnya kita ya memakai hak bicara kita untuk membela kita sendiri," imbuhnya.

Irene kemudian menuturkan, sebelum memberikan somasi ke Stella, pihaknya telah melakukan mediasi berkali-kali agar tidak berlanjut ke jalur hukum. Namun, pihak Stella dan keluarga menolak semua itu dan tetap menginginkan untuk tetap lanjut ke jalur hukum.

"Ya, kita langsung somasi. Karena itu sudah berlanjut dan pasien ini kita lihat kok sudah ngawur, kita somasi dulu. Kita kan punya pengacara waktu itu masih Bu Yovita ya. Ya sudah akhirnya kita somasi yang pertama tidak ada tanggapan, somasi kedua kami bertemu di kantor pengacara Bu Yovita. Saat kita bertemu Stella dan orang tuanya, meminta mau melanjutkan. "'Silahkan dilanjutkan saja. Karena saya punya banyak teman pengacara'. Ya sudah kita ya lanjutkan saja, ngikutin," terang Irene.

Menurut Irene, bahkan saat kasusnya di kepolisian dan belum persidangan, pihaknya masih membuka mediasi dengan Stella. Namun lagi-lagi mediasi itu buntu karena Stella tetap ingin melanjutkan ke persidangan.

"Terakhir di Polda juga begitu, mereka ngomong 'kami berharap hasil yang terbaik di persidangan'. Berarti kan mereka tidak ada niat sama sekali. Sedangkan permintaan dia di luar dia mencoba mediasi berkali-kali, padahal kalau dipikir-pikir sebenarnya (perkara) itu permintaan mereka," tutur Irene.

Irene juga membantah pernyataan Stella bahwa selama ini klinik melakukan pembungkaman kepada pasien. Tak hanya itu, komplain Stella yang ditanggapi dokter dan customer service klinik juga tidak benar.

"Sebenarnya gak usah ditanya kalau penjual jasa, namanya kita jualan jasa masak sih ada customer bilang gak bisa control, obatnya habis terus dimarah-marahin itu gak mungkin sebenernya secara logika aja ya. Tapi untuk Stella ini saya sendiri mengecek ke Kayon untuk by telepon dan WhatsApp tidak ada," terangnya.

Lihat juga Video: Catut Nama Pejabat, Kemensos Laporkan Perempuan Ngaku Sespri Sekda!

[Gambas:Video 20detik]