Stella Beberkan Cream Klinik Kecantikan yang Dipakai Bikin Wajahnya 'Hancur'

Amir Baihaqi - detikNews
Senin, 01 Nov 2021 21:56 WIB
Stella Monica Hendrawan, pasien klinik kecantikan di Surabaya jalan sidang
Foto: Istimewa
Surabaya -

Stella Monica Hendrawan, pasien klinik kecantikan di Surabaya yang dituntut 1 tahun penjara dan denda Rp 10 juta subsider 2 bulan mengungkapkan efek cream yang dipakai L'VIORS, sehingga membuat wajahnya 'hancur'. Itu ia ketahui setelah pindah ke klinik dan dokter yang baru.

Pengakuan Stella itu dibeberkan dalam pembelaannya di Pengadilan Negeri Surabaya pada 28 Oktober 2021 lalu. Dalam kesempatan itu, Stella juga membeberkan keterangan dokter di klinik barunya bahwa cream yang dipakai selama ini menyebabkan ketergantungan.

"Sebelum pindah, saya sempat rehat sekitar 2 bulanan karena stress akan kondisi wajah saya yang sudah menyerupai monster buruk rupa sampai saya merasa siap untuk berobat kembali," papar Stella, Senin (1/11/2021).

"Di klinik yang baru dengan dokter yang baru, wajah saya dicek dan dokter tersebut mendiagnosa bahwa wajah saya ini pembuluh darahnya sudah melebar kemana-mana sangat berantakan pula, kulit saya sangat tipis bahkan pori-pori saya sangat besar yang penyebab utamanya adalah ketergantungan cream racikan dokter dan mungkin adanya indikasi kesalahan dalam penindakan wajah. Karena sangat tidak masuk akal bila sudah dilakukan tindakan laser untuk bekas jerawat tetapi malah muncul jerawat-jerawat baru yang lebih parah dan ganas," imbuhnya.

Baca juga: Disidang Kasus Pencemaran Nama Baik Klinik Kecantikan, Stella Datangi Psikiater

Stella menambahkan, dari hasil diagnosa di klinik kecantikan dan dokter diketahui untuk memulihkan wajahnya perlu waktu lama. Salah satunya yakni harus melalui proses detoksifikasi. Tak hanya itu, di klinik dan dokter barunya, ia kemudian disarankan menggunakan skincare dari perusahaan yang jelas atau telah terdaftar di BPOM.

"Untuk menyembuhkannya dibutuhkan waktu yang sangat lama karena wajah saya harus melalui proses detoksifikasi terlebih dahulu akibat dari efek ketergantungan cream racikan dokter (karena terlalu banyak bahan kimia dari cream racikan yang mengendap di dalam wajah saya, sehingga saat proses detoksifikasi, wajah saya akan mengeluarkan banyak sekali jerawat-jerawat yang sebelumnya tidak ada di wajah tersebut).

"Dokter yang baru ini hanya memberi saran untuk pakai pelembab wajah dan sunscreen (klinik ini tidak pernah meracik cream sendiri, mereka hanya menyarankan pasien menggunakan produk skincare impor yang ada merk perusahaan dan sudah ber-BPOM, dan sama sekali tidak dilakukan penindakan selain laser dan peeling (Mengangkat lapisan kulit terluar) untuk membersihkan komedo serta membuang sel-sel kulit mati. Karena dokter saya yang baru mengharuskan saya berfokus pada proses detoksifikasi wajah saya akibat pengendapan banyak sekali bahan kimia," tandas Stella.

Simak juga 'Banyak Remaja Pelaku Penodaan Agama Dijerat UU ITE':

[Gambas:Video 20detik]