Ribuan Orang Teken Petisi 'Stella Monica Tak Bersalah, Stop Pidanakan Konsumen'

Amir Baihaqi - detikNews
Senin, 01 Nov 2021 14:11 WIB
Ribuan Orang Tandatangan Petisi Stella Monica Tak Bersalah, Stop Pidanakan Konsumen
Stella Monica Hermawan (Foto: Tangkapan Layar)
Surabaya -

Ribuan orang menandatangani petisi 'Stella Monica Tak Bersalah, Stop Pidanakan Konsumen'. Petisi itu muncul usai Stella dituntut 1 tahun penjara dan denda Rp 10 juta subsider 2 bulan oleh jaksa. Stella dinilai telah mencemarkan nama baik Klinik L'VIORS Surabaya.

Pantauan detikcom, petisi itu ditulis oleh Eni, yang tak lain ibu Stella dan diinisiasi oleh Southeast Asia Freedom of Expression Network (SAFE Net). Hingga saat ini, petisi telah ditandatangani 2.796 orang.

"Nama saya Ibu Eni, ibu dari Stella Monica. Belum lama ini, anak perempuan saya dituntut ibu Jaksa Rista Erna Soelistiowati SH dan ibu Farida Hariani SH MH dengan pidana 1 tahun penjara dan denda 10 juta, subsider 2 bulan penjara karena diduga mencemarkan nama baik klinik kecantikan ternama di Surabaya," tulis Eni dalam petisi dikutip detikcom, Senin (1/11/2021).

"Terus terang saya sedih. Ibu mana yang tega melihat wajah anaknya hancur dan menjadi omongan orang-orang, lalu kini duduk jadi terdakwa di kursi pesakitan?," Imbuh Eni.

Baca juga: Dilaporkan Curhat di Medsos soal Klinik Kecantikan, YLPK Sebut Stella Korban

Eni menegaskan anaknya adalah korban kriminalisasi. Ia kemudian menuturkan saat terjadi permasalahan, keluarganya sudah beritikad baik untuk menyelesaikannya lewat jalan damai. Namun upaya itu gagal karena pihak klinik tetap bersikeras Stella harus meminta maaf secara terbuka di media cetak nasional.

Permintaan itu, lanjut Eni, jelas memberatkan Stella maupun keluarganya. Sebab ongkos tersebut jelas sangat mahal. Oleh karenanya, pihak klinik kecantikan kemudian resmi melaporkan ke polisi dan hingga kini Stella terancam 1 tahun penjara.

"Stella bukan penjahat atau pembunuh, dia hanya korban." Iya, Stella memang korban, anak saya korban kriminalisasi," tegas Eni.

"Yang membuat saya semakin sakit hati, kenapa polisi dan jaksa malah melanjutkan kasus ini ke meja hijau padahal ini hanya perkara kritik dan seharusnya bisa diselesaikan lewat jalan mediasi. Setelah 24 kali bersidang, pada Kamis, 21 Oktober 2021 jaksa telah menuntut anak saya dengan vonis 1 tahun penjara dan denda Rp 10 juta rupiah subsider dua bulan penjara," imbuhnya.

Simak juga Video: Baleg DPR Setujui Revisi UU ITE Masuk Prolegnas Prioritas 2021

[Gambas:Video 20detik]