Dilaporkan Curhat di Medsos soal Klinik Kecantikan, YLPK Sebut Stella Korban

Hilda Meilisa - detikNews
Sabtu, 30 Okt 2021 11:56 WIB
Stella Monica Hendrawan, pasien klinik kecantikan di Surabaya
Stella jalani sidang (Foto: Istimewa)
Surabaya -

Pasien klinik kecantikan di Surabaya, Stella Monica Hendrawan dilaporkan atas dugaan pencemaran nama baik usai curhat di medsos hingga terancam pidana 1 tahun penjara dan denda Rp 10 juta. Yayasan Lembaga Perlindungan Konsumen (YLPK) Jawa Timur menyebut Stella merupakan korban.

Ketua YLPK Jatim, Muhammad Said Sutomo mengatakan Stella merupakan korban karena mengalami kerugian. Said mengatakan Stella tak seharusnya dilaporkan atas dugaan pencemaran nama baik.

YLPK berpendapat Stella berhak mendapat perlindungan yang diatur dalam UU No 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dalam hal mengeluarkan pendapat dan keluhan.

Said mengatakan status Stella sebagai konsumen Klinik Kecantikan L'VIORS ini sudah jelas. Karena ada transaksi, sehingga muncul hak dan kewajiban konsumen dengan pelaku usaha. Hal ini tercantum dalam pasal 4, pasal 5 pasal 6 dan pasal 7 UU Perlindungan Konsumen.

"Seharusnya pakai UU Perlindungan Konsumen. Dia ini jadi korban, mengalami kerugian," kata di Surabaya, Sabtu (30/10/2021).

Baca juga: Balada Pasien Klinik Kecantikan Surabaya, Wajah Terasa Terbakar-Dituntut 1 Tahun Penjara

Said menyebut apa yang dilakukan Klinik L'VIORS dengan melaporkan seorang konsumennya sendiri merupakan bentuk kriminalisasi.

"Ini kriminalisasi, nggak bisa dong. Hak konsumen itu hak untuk didengar keluhannya, itu ada di dalam UU," imbuh Said.

Said menyebut apa yang dilakukan Stella dengan mengeluhkan kondisi wajahnya di media sosial, merupakan hak konsumen. Dia mengatakan hal ini bukan suatu kejahatan. Apalagi, sampai dijerat Pasal 27 ayat 3 Jo Pasal 45 ayat 3 UU RI No 19 Tahun 2009 tentang Perubahan Atas UU RI No 11 Tahun 2008 tentang UU ITE.

"Pendapat dan keluhan konsumen Stella kepada L'VIORS di media sosial, bukan termasuk actus reus atau perbuatan melanggar pidana," ungkap Said.

Said mengatakan, Stella sudah beberapa kali komplain, namun tidak mendapat respons baik dari Klinik L'VIORS. Hingga akhirnya, Stella mengunggah curhatannya di media sosial.

Simak juga 'Banyak Remaja Pelaku Penodaan Agama Dijerat UU ITE':

[Gambas:Video 20detik]