Minum Air Dingin Saat Cuaca Panas, Berbahayakah?

Esti Widiyana - detikNews
Rabu, 27 Okt 2021 09:19 WIB
Closeup image of woman holding a glass of cold water to drink
Ilustrasi (Foto: iStock)
Surabaya -

Suhu udara di Surabaya dan sekitarnya akhir-akhir ini memang terasa lebih panas. Masyarakat diharap bersabar karena suhu udara yang gerah atau sumuk ini disebut akan berkurang pada November.

BMKG Klas I Juanda Surabaya menyebut sumuk yang terjadi merupakan efek dari fenomena kulminasi atau hari tanpa bayangan yang sempat terjadi di Jatim beberapa waktu lalu. Suhu paling panas di Surabaya tercatat 37-38°C.

Saat kondisi panas masyarakat lebih memilih berada di ruangan dari pada di luar. Atau jika terpaksa berada di luar rumah, masyarakat kerap minum minuman dingin untuk pelepas dahaga. Apa hal itu tidak membahayakan?

"Ndak papa minum es, ga ada masalah. Toh tubuh kita saat minum kan masuk melalui saluran pencernaan, suhu dingin dari air es pasti diregulasi lagi sama alat pencernaan kita. Mulai dari mulut, tenggorokan, lambung akan menyesuaikan antara suhu makanan dan tubuh akan disesuaikan. Ketika diserap pun suhunya tidak sedingin air es, ketika sudah masuk pencernaan akan diregulasi mendekati suhu normal kita," kata General Practitioner of Emergency Room RS PHC Surabaya dr Pratitis Amalia kepada detikcom saat dihubungi, Rabu (27/10/2021).

Dia menambahkan minum minum air hangat secara medis juga tidak menyebabkan masalah.

Simak juga 'Sebagian Besar Wilayah Indonesia Berpotensi Hujan':

[Gambas:Video 20detik]