Sabar, Sumuk di Surabaya Akan Jadi Adem Saat November

Hilda Meilisa - detikNews
Selasa, 26 Okt 2021 15:31 WIB
Ilustrasi gambar suhu panas
Foto: Thinkstock
Surabaya -

Suhu udara di Surabaya dan sekitarnya akhir-akhir ini memang terasa lebih panas. Warga diharap bersabar karena suhu udara yang gerah atau sumuk ini disebut akan berkurang pada November.

Kasi Data dan Informasi BMKG Klas I Juanda Surabaya Teguh Tri Susanto mengatakan sumuk ini akan berkurang seiring dengan turunnya hujan. Teguh mengatakan wilayah Surabaya dan sekitarnya mulai memasuki musim hujan pada November.

"November sudah mulai berkurang panasnya," kata Teguh saat dikonfirmasi detikcom di Surabaya, Selasa (26/10/2021).

Sebelumnya, BMKG Klas I Juanda Surabaya menyebut sumuk yang terjadi merupakan efek dari fenomena kulminasi atau hari tanpa bayangan yang sempat terjadi di Jatim beberapa waktu lalu. Suhu paling panas di Surabaya tercatat 37-38° C

"Wilayah Jawa Timur baru melewati fase kulminasi dan posisi matahari saat ini masih berada di equator," terang BMKG Klas I Juanda Surabaya dalam akun media sosialnya.

Diketahui, hari tanpa bayangan terjadi mulai 10 hingga 14 Oktober di Jawa Timur. Sedangkan di Surabaya, fenomena ini berlangsung pada 12 Oktober.

Hal ini membuat wilayah Jatim dan sekitarnya masih mendapatkan surplus penyinaran matahari yang cukup intens. Selain itu, akibat masih sedikitnya tutupan awan, suhu udara pada siang hari dirasakan sangat terik.

Namun, suhu panas yang dirasakan pada siang hari akan bergeser seiring dengan bergeraknya posisi matahari.

Simak juga 'Hari Tanpa Bayangan di Indonesia':

[Gambas:Video 20detik]



(hil/iwd)