Modus Pinjol Ilegal di Surabaya Pakai Kartu Sekali Pakai untuk Teror Korban

Amir Baihaqi - detikNews
Senin, 25 Okt 2021 17:24 WIB
Penampakan Tersangka Pinjol Ilegal yang Ditangkap di Polda Jatim
Tiga tersangka pinjol ilegal di Surabaya (Foto: Amir Baihaqi)
Surabaya -

Adanya gerebekan pinjol ilegal di daerah lain membuat pinjol ilegal di Surabaya ini lebih berhati-hati. Pinjol ilegal ini berusaha mengelabui polisi dengan mengalihkan modus mereka dalam meneror korbannya.

Modus baru mereka adalah menggunakan kartu sekali pakai untuk meneror korbannya. Namun modus itu tak membuat mereka lepas dari penyelidikan polisi. Ruko tempat PT Duyung Sakti Indonesia, nama pinjol ilegal tersebut, digerebek.

"Setiap melakukan penagihan dibuang kartunya. Sehingga kita bisa melihat di sini ada beberapa kartu telepon," terang Kapolda Jatim Irjen Nico Afinta kepada detikcom, Senin (25/10/2021).

Karena itu, dari penggerebekan yang dilakukan di kantor PT Duyung Sakti Indonesia, selain menyita puluhan ponsel dan laptop, polisi juga menyita puluhan bungkus kartu perdana yang digunakan untuk menagih.

Sebelumnya, tiga orang ditetapkan jadi tersangka dalam penggerebekan kantor pinjol PT Duyung Sakti Indonesia di Surabaya. Ketiga tersangka merupakan marketing dan penagih pinjaman online yang digerebek pada Kamis (21/10).

Ketiga tersangka yakni Alditya Puji Pratama (27) asal Jombang dan ditangkap di Surabaya. Kemudian Rendy Hardiansyah (28) serta Anggi Sulistya Agustina (31) yang ditangkap di Bogor.

Atas perbuatanya, para tersangka dijerat UU RI No 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI No 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Sedangkan pasal yang dikenakan yakni Pasal 27 ayat (4) Jo Pasal 45 ayat (4) dan Pasal 29 Jo Pasal 45 B. Ancaman hukumannya yakni maksimal 6 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar.

(iwd/iwd)