Wapres Orasi Ilmiah Minta Sektor Pendidikan Tingkatkan Kualitas-Kerjasama Riset

Ardian Fanani - detikNews
Kamis, 21 Okt 2021 18:42 WIB
Wapres Isi Orasi Ilmiah Minta Sektor Pendidikan Tingkatkan Kualitas dan Kerjasama Riset
Wapres Ma'ruf Amin orasi ilmiah (Foto: Ardian Fanani/detikcom)
Situbondo -

Wapres Ma'ruf Amin mengisi orasi Ilmiah di Universitas Ibrahimy, Ponpes Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo, Situbondo, Jawa Timur. Wapres mengingatkan capaian Indonesia Emas 2045 melalui sektor pendidikan. Lembaga pendidikan harus miliki kualitas dan kapasitas ciptakan SDM unggul dan menambahkan kerjasama riset untuk menghadapi era globalisasi.

Hal tersebut diungkapkan oleh Wapres Ma'ruf Amin di depan ratusan mahasiswa dan undangan di di Universitas Ibrahimy, Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo, Situbondo, Kamis (21/10/2021).

Hadir dalam acara ini Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Bupati Situbondo Karna Suswandi, Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah KHR. Ach. Azaim Ibrahimy, Wakil Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah K.H. Afifudin Muhajir, dan jajaran civitas akademika Universitas Ibrahimy Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah.

Sementara Wapres didampingi oleh Kepala Sekretariat Wapres Mohamad Oemar, Deputi Bidang Dukungan Kebijakan Ekonomi dan Peningkatan Daya Saing Ahmad Erani Yustika dan Staf Khusus Wapres Masduki Baidlowi, Bambang Widianto dan Lukmanul Hakim.

Dalam orasi Ilmiahnya, Ma'ruf mengatakan untuk menjadikan Indonesia sebagai bangsa yang besar dan maju di usia emasnya pada tahun 2045, diperlukan persiapan yang baik salah satunya melalui peran pendidikan. Oleh karena itu, lembaga pendidikan harus memiliki kualitas dan kapasitas dalam penyiapan Sumber Daya Manusia (SDM) unggul yang memiliki daya saing.

"Pendidikan harus dipastikan memiliki kualitas, kapasitas dan fokus pada misi membangun SDM unggul yang kompeten dan siap bersaing secara global," tutur Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma'ruf Amin saat memberikan orasi Ilmiahnya.

Lebih lanjut Wapres menyampaikan beberapa kualitas dan fokus tersebut adalah untuk menciptakan individu yang menguasai Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK), Riset dan Inovasi (RIN), dan memiliki jiwa wirausaha. Sebab, karakteristik tersebut merupakan salah satu modal utama untuk mampu bersaing di era industri 4.0.

Wapres pun mengilustrasikan beberapa contoh perusahaan yang berhasil maju dan bersaing ditengah pandemi COVID-19 ini karena pemanfaatan teknologi dan inovasi. Contoh tersebut diantaranya kesuksesan yang berhasil diraih oleh start-up terbesar Indonesia Ruangguru yang berhasil menjawab tantangan pandemi dimana murid-murid usia sekolah tetap bisa menerima pendidikan dimana saja, kapan saja tanpa harus datang ke sekolah, dan perusahaan Apple di Amerika Serikat.

"Dari contoh-contoh tersebut kita juga dapat menarik kesimpulan bahwa masa depan dan kemajuan bangsa kita tidak boleh lagi bertumpu hanya pada Sumber Daya Alam (SDA), tapi pada SDM yang menguasai IPTEK, RIN dan kewirausahaan," tegas Wapres.

Di sisi lain, Wapres juga mengungkapkan bahwa untuk penguasaan IPTEK, RIN dan kewirausahaan adalah merupakan salah satu perintah agama dimana Rasulullah Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam memerintahkan umatnya untuk memakmurkan bumi sesuai dengan perkembangan zaman yang dihadapi.

"Penguasaan IPTEK, RIN, dan kewirausahaan merupakan suatu keniscayaan. Untuk itu, diperlukan upaya-upaya oleh manusia melalui pendidikan dan pelatihan, sesuai dengan penegasan dari Rasulullah," ungkap Wapres.

Dunia pendidikan pada umumnya, dan pendidikan tinggi pada khususnya memegang amanah penting dalam menentukan kualitas dari Sumber Daya Manusia (SDM) peserta didiknya. Salah satu amanah tersebut adalah menciptakan SDM yang menguasai Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK), Riset dan Inovasi (RIN), dan memiliki jiwa wirausaha. Oleh karena itu Universitas Ibrahimy perlu terus mengembangkan kerja sama ri bidang riset untuk dapat melahirkan SDM yang mampi menjawab tantangan industri di era globalisasi.