2 Tahun Jokowi-Ma'ruf Amin, Pemerintah Diminta Dorong Konsumsi Kebutuhan Sekunder

Muhammad Aminudin - detikNews
Rabu, 20 Okt 2021 14:27 WIB
Jokowi Groundbreaking Pembangunan Smelter PT Freeport di Gresik
Foto: Tangkapan Layar (Foto: YouTube Channel Setpres)
Malang -

Kepemimpinan Jokowi-Ma'ruf Amin diminta tidak lagi fokus mendorong daya beli kebutuhan primer saja. Melainkan sudah bergeser ke kebutuhan sekunder yang akan memiliki efek besar dari pertumbuhan ekonomi nasional.

"Butuh dorongan daya beli masyarakat. Terutama pembelian barang-barang sekunder yang jelas memiliki dampak cukup luas. Misalnya, sektor otomotif atau properti, tidak lagi bicara soal kebutuhan primer atau makanan saja," ujar Dosen Jurusan Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya (UB), Nugroho Suryo Bintoro berbincang dengan detikcom, Rabu (20/10/2021).

Program pemerintah juga diharapkan lebih fokus terhadap masyarakat ekonomi menengah, yang selama ini menjadi booster ekonomi nasional. Dukungan yang diberikan bukan menyangkut bantuan finansial, misalnya relaksasi pajak.

Baca juga: Kebijakan PPN 11% Jadi Sorotan dalam 2 Tahun Jokowi-Ma'ruf Amin

"Kalau program pemerintah lebih banyak atau fokus kepada masyarakat ekonomi kelas bawah, setidaknya pemerintah sudah bergeser ke masyarakat ekonomi menengah, tidak dalam bentuk bantuan uang, tapi relaksasi pajak, kemudahan soal pajak," tegasnya.

Menurut Nugroho, kebutuhan sekunder memiliki nilai cukup tinggi, dibandingkan dengan kebutuhan primer. Selain itu, jika sektor demand (Permintaan) tinggi untuk kebutuhan sekunder. Maka, bisa mendorong kebutuhan tersier.

Simak video '2 Tahun Kepemimpinan Jokowi-Ma'ruf Amin':

[Gambas:Video 20detik]