Warga Sidoarjo Ditangkap Karena Dagangkan Burung Cenderawasih

Suparno - detikNews
Senin, 18 Okt 2021 19:43 WIB
Polisi Sidoarjo mengungkap kasus perdagangan burung dilindungi. Pelaku yakni MAR (48), warga Krian, Sidoarjo.
Jumpa pers Polresta Sidoarjo/Foto: Suparno
Sidoarjo -

Polisi Sidoarjo mengungkap kasus perdagangan burung dilindungi. Pelaku yakni MAR (48), warga Krian, Sidoarjo.

MAR dan sejumlah burung langka dari Papua yang dilindungi, diamankan Unit IV Resmob Satreskrim Polresta Sidoarjo. Ia dibekuk di rumahnya pada Selasa (12/10).

Barang bukti burung tersebut lalu diserahkan ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Timur. Yakni tiga burung cenderawasih toowa cemerlang, empat burung cenderawasih kuning, satu burung cenderawasih mati kawat, dua burung cenderawasih raja, satu burung cenderawasih botak, lima burung betet dan tujuh burung nuri bayan.

Kapolresta Sidoarjo Kombes Kusumo Wahyu Bintoro mengatakan, tersangka ditangkap karena memperdagangkan burung endemik yang dilindungi. Itu melanggar Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya (KSDAHE).

"Masih dalam tahap penyelidikan kami, bahwa tersangka mendapatkan burung endemik ini dari kapal ilegal yang merapat di sekitar wilayah kita. Kemudian tersangka memasarkannya secara online kepada penggemar burung, dengan meraup keuntungan yang bervariasi," kata Kusumo di Mapolresta Sidoarjo, Senin (18/10/2021).

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka dikenakan Pasal 40 ayat (2) Jo Pasal 21 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990, tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.

"Tersangka terancam hukuman lima tahun penjara, atau denda Rp 100 juta," pungkas Kusumo.

(sun/bdh)