Cantik, Desa di Pasuruan Ini Jadi Habitat Burung-burung Dilindungi

Muhajir Arifin - detikNews
Sabtu, 28 Agu 2021 07:48 WIB
Desa di Pasuruan Ini Jadi Habitat Burung-burung Dilindungi
Puluhan jenis burung di desa Pasuruan (Foto: Muhajir Arifin/detikcom)
Pasuruan -

Desa Galih Kacamatan Pasrepan Kabupaten Pasuruan, menyimpan keanekaragaman hayati yang luar biasa. Desa terpencil di lereng utara pegunungan Bromo ini menjadi habitat puluhan jenis burung, mamalia hingga reptil.

Berdasarkan riset yang dilakukan Sanggar Belajar Tata Kelola Lingkungan (Sekola Konang), di desa seluas 1142,5 ha yang berada di Daerah Aliran Sungai (DAS) Rejoso ini masih terdapat 51 jenis burung. 8 Di antaranya dengan status dilindungi. Yakni Elang Bido, Elang Hitam, Glatik Jawa, Alap-alap Layang, Alap-alap Sapi, Paok Panca Warna, Kipasan Belang, dan Celepuk Jawa.

"Selain aves (Keluarga berung) masih banyak ditemui reptil dan mamalia. Secara umum ekosistem masih terjaga, kawasan hutan lindung, hutan produksi dan hutan rakyat secara umum masih terjaga," kata Ketua Tim Peneliti Sekola Konang Panggalih Joko Susetyo, Sabtu (28/8/2021).

Panggalih menjelaskan burung biasanya muncul pada pukul 05.30 WIB- 09.00 WIB dan pada pukul 15.30 WIB - 17.30 WIB. Untuk burung nokturnal bisa diamati pukul 18.00 WIB -20.30 WIB. Sementara mamalia biasanya muncul pada pukul 06.00 WIB - 10.00 WIB dan pukul 16.00 WIB - 18.00 WIB serta pukul 19.00 WIB - 22.00 WIB.

"Reptil bisa muncul pagi, siang, sore dan malam hari," terangnya.

Desa di Pasuruan Ini Jadi Habitat Burung-burung DilindungiDesa di Pasuruan Ini Jadi Habitat Burung-burung Dilindungi/ Foto: Muhajir Arifin

Panggalih mengatakan habitat satwa liar di desa yang berada di ketinggian 249-1100 Mdpl ini terancam aktivitas masyarakat yang mengandalkan hasil hutan. Kondisi tanah yang kering dan berbatu tak memungkinkan ditanami padi. Warga hanya mengandalkan panen durian, mangga dan kapas dari hutan.

"Terjadi juga penebangan pohon yang tak sesuai aturan dan perburuan satwa liar yang tak terkendali. Selain itu ada aktivitas penambangan batu yang mulai merambah wilayah Desa Galih," terangnya.

Menurut Panggalih masyarakat harus segera menyadari potensi luar biasa kekayaan hayati di lingkungannya. Masyarakat harus mulai memikirkan sumber penghasilan yang memperhatikan kelestarian lingkungan.

"Ada banyak potensi sesungguhnya. Seperti menanam coklat yang itu bisa dipanen mingguan, pengolahan bambu yang banyak terdapat di desa atau pembuatan pupuk organik," terangnya.

Menjaga kelestarian lingkungan di desa ini sangat penting. Pasalnya desa merupakan daerah tangkapan air yang memiliki fungsi memasok air bersih bagi Kabupaten Pasuruan.

Lihat juga video saat 'Dibuka Lagi, Koleksi Taman Satwa Taru Jurug Bertambah':

[Gambas:Video 20detik]



(fat/fat)