Haul KH Abdul Hamid Pasuruan Dihadiri Puluhan Ribu Orang dan Berjalan Lancar

Muhajir Arifin - detikNews
Sabtu, 16 Okt 2021 17:51 WIB
gus ipul
Gus Ipul di acara haul (Foto: Muhajir Arifin)
Pasuruan -

Puluhan ribu orang dari berbagai daerah datang ke Kota Pasuruan mengikuti puncak haul KH Abdul Hamid yang ke-40. Sejumlah pejabat dan ulama juga hadir langsung ke Pondok Pesantren Salafiyah, lokasi pusat haul.

Puluhan ribu orang yang mengikuti haul dipecah ke banyak lokasi untuk mengurai konsentrasi. Selain di pesantren, mereka juga berada di kawasan alun-alun, masjid Agung Al Anwar, dan jalan-jalan sekitar pesantren.

Banyak juga yang mengikuti haul ke kantor-kantor kelurahan, masjid-masjid hingga terminal dan tempat parkir melalui videotron maupun pengeras suara. Selain itu, banyak juga warga yang mengikuti haul lewat live streaming.

Mereka yang akan masuk ke lokasi haul di Pondok Pesantren Salafiyah harus mematuhi protokol kesehatan. Yakni wajib cek cek suhu, masker dan scan barcode PeduliLindungi. Mereka yang masuk ke lokasi ini sebagian besar tamu undangan.

gus ipulFoto: Muhajir Arifin

Sementara itu orang-orang yang mengikuti haul di luar pesantren sebagian besar memakai masker. Satgas masker berkeliling meminta orang-orang memakai masker. Mereka yang tak membawa masker langsung diberi masker. Pemkot Pasuruan menyediakan 20.000 masker serta memasang 35 tempat cuci tangan di berbagai lokasi.

Wali Kota Pasuruan Saifullah Yusuf atau Gus Ipul dalam sambutan haul menyebut 80 orang yang menghadiri haul memakai masker. 20 persen membawa masker namun tak dipakai sehingga petugas meminta mereka memakainya.

"Majelis haul ini diselenggarakan dengan adaptasi kebiasaan baru. Saya bisa katakan 80 persen jamaah yang hadir memakai masker. 20 persen bawa masker tapi nggak dipakai, ditaruh di saku. Jadi masker dianggap 'SIM' kalau ditanya baru dipakai," kata Gus Ipul.

Kapolres Pasuruan Kota AKBP Arman mengatakan rombongan kendaraan besar dari luar kota berhasil diarahkan ke tiga lokasi yakni Terminal Blandongan untuk kendaraan dari arah timur, Lapangan Pohjentrek untuk kendaraan dari selatan dan Lapangan Karangketug untuk kendaraan dari arah barat.

"Secara on the spot bisa memecah 15 persen jamaah dan bisa mengurangi macet dalam kota 70 persen. Sementara di kelurahan dan masjid-masjid yang disiapkan berhasil memecah kerumunan 20 persen," terang Arman.

Menurut dia, dengan skema penyekatan dan pemecahan konsentrasi yang dilakukan berhasil mengurai kerumunan sebesar 40 persen. "Saat jamaah pulang, juga mengalir lancar. Pukul 12.00 WIB, jamaah sudah mencair landai," pungkas Arman.

Banyak tokoh yang hadir dalam haul kali ini, di antaranya Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Wakil Gubernur Emil Dardak, Katib Aam PBNU KH Yahya Cholil Staquf, KH Baharudin Nursalim (Gus Baha), Ketua PWNU Jawa Timur KH Marzuki Mustamar serta para ulama dan kiai lainnya.

(iwd/iwd)