Terdampak Pandemi, Target PAD Pariwisata Trenggalek Anjlok 50 Persen

Adhar Muttaqien - detikNews
Jumat, 01 Okt 2021 16:42 WIB
pantai prigi trenggalek
Pantai Prigi di Trenggalek (Foto: Adhar Muttaqin)
Trenggalek -

Target Penerimaan Asli Daerah (PAD) Trenggalek tahun 2021 dari sektor pariwisata diturunkan hingga 50 persen. Dari semula Rp 6,5 miliar menjadi Rp 3 miliar.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Trenggalek Sunyoto mengatakan penurunan target PAD tersebut dilakukan, karena kondisi pandemi COVID-19 yang hilang, sehingga seluruh jasa pariwisata yang dikelola pemerintah dan swasta tidak berjalan normal.

"Jadi di APBD induk 2021 itu target kami Rp 6,5 miliar, tapi kemudian melihat perkembangan (pandemi) saat ini, akhirnya pada perubahan APBD sepakat untuk diturunkan menjadi Rp 3 miliar," kata Sunyoto, Jumat (1/10/2021).

Meskipun telah diturunkan hingga 50 persen, Sunyoto tidak berani memastikan apakah terget tersebut akan terealisasi, sebab hingga saat ini realisasi PAD pariwisata, baru mencapai Rp 1,23 miliar.

"Mudah-mudahan di akhir tahun ada sesuai yang luar biasa. Kita hanya berupaya saja. Kami tidak tahu nanti situasinya (pandemi) seperti apa," ujarnya.

Menurutnya, dilihat dari rata-rata pendapatan sektor pariwisata dalam satu bulan, di masa pandemi hanya Rp 200 juta. Dengan sisa waktu tiga bulan ke depan, maka realisasi target PAD hampir dipastikan sulit untuk tercapai.

"Kalau tahun 2020 PAD pariwisata masih mencapai Rp 4 miliar. Sedangkan tahun ini kondisinya sangat berbeda, apalagi ada PPKM, yang berdampak pada tutupnya jasa pariwisata," imbuhnya.

Sunyoto menambahkan, pendapatan sektor pariwisata terbanyak di 2021 ini hanya terjadi pada awal tahun. Namun setelah itu terjadi ledakan kasus COVID-19 yang puncaknya pada Agustus lalu.

Sementara itu disinggung terkait aktivitas objek pariwisata saat ini, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Trenggalek masih melakukan tahap uji coba pembukaan.

"Ujicoba ini maksimal 10 persen. Ini juga untuk menguji penerapan protokol kesehatan," imbuhnya.

Sedangkan terkait pembukaan kembali seluruh destinasi wisata Trenggalek masih menunggu keputusan pemerintah melalui Instruksi Menteri Dalam (Negeri Inmendagri).

"Kalau sesuai Inmendagri, Trenggalek masuk level tiga, tapi kalau asesmen Kementerian Kesehatan, seperti yang diunggah Kominfo Jatim, Trenggalek level 2. Kami masih menunggu Inmendagri, semoga segera level dua, " kata Sunyoto.

(iwd/iwd)