Terdampak Pembangunan Bendungan Bagong, 8 Rumah Warga Direlokasi

Adhar Muttaqien - detikNews
Jumat, 01 Okt 2021 12:17 WIB
relokasi warga terdampak bendungan bagong
Hunian sementara untuk warga yang rumahnya terdampak pembangunan Bendungan Bagong (Foto: Adhar Muttaqien)

Relokasi tersebut dinilai memiliki dampak besar terhadap proses pekerjaan bendungan, karena titik yang dikosongkan berada pada lokasi pembangunan tumpuan 'main dam' sisi kanan.

Budi menjelaskan hasil pendataan yang dilakukan BBWS Brantas ada sekitar 100-an rumah warga yang akan terdampak proyek Bendungan Bagong. Rumah penduduk tersebut berada di dua desa, yakni Sengon dan Desa Sumurup.

"Untuk yang di Desa Sengon ada 38 rumah, sedangkan di Desa Sumurup sekitar 60-an rumah," ujar Budi.

Rumah-rumah itu warga tidak seluruhnya terkena konstruksi bendungan, namun berada pada titik genangan air.

"Kami berharap dengan diawali di Desa Sengon ini, masyarakat lain yang terdampak nantinya juga bersedia untuk dilakukan relokasi," jelas Budi.

BBWS Brantas mengakui dukungan masyarakat sekitar sangat diperlukan untuk mendukung percepatan pelaksanaan pembangunan. "Semoga proses pembangunan sesuai dengan schedule yang selesai 2024," jelas Budi.

Bendungan Bagong dibangun di Desa Sengon dan Sumurup dan Kecamatan Bendungan, Trenggalek dengan alokasi anggaran dari APBN sebesar Rp 1,6 triliun. Bendungan tersebut memiliki luas 251 hektare dengan daya tampung air 17 juta meter kubik. Saat ini progres pembangunan baru mencapai 2,1 persen.


(iwd/iwd)