BBWS Brantas Pastikan Peledakan Proyek Bendungan Bagong Tetap Jalan

Adhar Muttaqin - detikNews
Senin, 23 Agu 2021 21:03 WIB
BBWS Brantas Pastikan Peledakan Proyek Bendungan Bagong Tetap Jalan
Pertemuan warga dan Pemkab Trenggalek (Foto: Adhar Muttaqin/detikcom)
Trenggalek - Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas memastikan akan melanjutkan proses blasting atau peledakan pelaksanaan proyek nasional Bendungan Bagong Trenggalek. Meski hal itu ada penolakan dari warga.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Bendungan Bagong, Budiono saat dikonfirmasi usai pertemuan dengan warga, bahwa peledakan merupakan tahap penting dalam pembangunan bendungan tersebut. Mengingat lokasi proyek banyak terdapat batuan keras.

"Tanpa blasting tentunya kami tidak bisa melaksanakan pekerjaan, karena batuannya sangat masif dan keras. Sesuai dengan kontrak memang ada pekerjaan blasting," kata Budiono, Senin (23/8/2021).

Sedangkan pekerjaan di lokasi lain, saat ini belum bisa dikerjakan karena masih terkendala pembebasan lahan. Menurutnya untuk tahap pekerjaan peledakan itu pihaknya mengklaim akan memperketat sistem pengamanan, sehingga dapat meminimalisir dampak bagi masyarakat yang ada di sekitarnya.

"Yang pertama kami menyediakan selimut blasting, jadi lubang yang kami blasting akan ditutup dengan karet blaster yang tebal, sehingga saat peledakan batuannya tidak terlalu terlontar jauh," ujarnya.

Budi menambahkan, sebelum proses peledakan pihaknya juga akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat yang ada di sekitarnya, guna meminimalisir dampak yang ditimbulkan. "Yang jelas mulai hari ini sampai dengan besok, kami akan sosialisasi, mudah-mudahan tidak ada permasalahan. Aspek keselamatan akan kami utamakan," imbuhnya.

Rencananya pekerjaan peledakan lanjutan kawasan proyek strategis nasional tersebut akan dilakukan, Rabu (25/8/2021). PPK Bendungan Bagong ini mengaku hingga saat ini progress pelaksanaan pekerjaan bendungan masih relatif rendah dan baru mencapai 1,7 persen. "Secara keseluruhan baru 1,7 persen," imbuh Budi.

Sementara pertemuan antara perwakilan warga Desa Sumurup dengan Bupati Trenggalek, serta jajaran forkopimda tidak mencapai kesepakatan. Warga tetap bersikukuh agar proses peledakan dihentikan, sebelum relokasi warga dilakukan.

Sedangkan Bupati Trenggalek Mochammad Nur Arifin meminta peledakan tetap dijalankan, sebab bahan peledak telah ditanam.

"Bahan peledak yang sudah ditanam ini tidak bisa diambil lagi, demi keamanan ya justru harus diledakkan," kata Mochammad Nur Arifin.

Salah satu perwakilan warga Agung di dalam forum pertemuan menyatakan tetap menolak proses peledakan yang akan dilakukan oleh kontraktor proyek Bendungan Bagong. "Dihentikan ya dihentikan, apapun risikonya," kata Agung.

Namun Bupati Arifin RT tampak marah dan langsung menutup audiensi yang telah berjalan sekitar 2 jam tersebut.

Pertemuan yang dilakukan di ruang paringgitan Pendapa Manggala Praja Nugraha Trenggalek tersebut dihadiri belasan perwakilan warga Sumurup, Bupati, BBWS Brantas, PT PP Jatiwangi KSO selaku kontraktor pelaksana serta jajaran forkopimda.

Warga menyampaikan sejumlah tuntutan. Di antaranya menagih kepastian relokasi warga di lokasi yang tidak jauh dari permukiman saat ini. Warga juga meminta rumah gratis serta dan telah dijanjikan rumah subsidi. Permintaan ganti rugi lahan dengan nilai yang lebih tinggi, diklaim pernah dijanjikan bupati di awal tahap penentuan lokasi proyek Bendungan Bagong.

Dalam pertemuan itu, warga juga menyuarakan adanya traumatik pascakejadian peledakan tebing yang mengakibatkan sejumlah rumah warga rusak. Tak hanya itu, masyarakat juga mempersoalkan tidak adanya sosialisasi kontraktor pelaksana, terkait rangkaian kegiatan peledakan.

(fat/fat)