Terdampak Pembangunan Bendungan Bagong, 8 Rumah Warga Direlokasi

Adhar Muttaqien - detikNews
Jumat, 01 Okt 2021 12:17 WIB
relokasi warga terdampak bendungan bagong
Hunian sementara untuk warga yang rumahnya terdampak pembangunan Bendungan Bagong (Foto: Adhar Muttaqien)
Trenggalek -

Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas mulai melakukan relokasi delapan dari 100-an rumah warga yang terdampak pembangunan Bendungan Bagong. Warga direlokasi ke hunian sementara (huntara).

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Bendungan Bagong, Budiono, mengatakan proses relokasi sementara itu dilakukan karena rumah tersebut berada pada titik utama bendungan yang harus segera dikerjakan.

"Pada tahap ini ada sembilan rumah di Desa Sengon, tapi untuk yang direlokasi ke hunian sementara ada delapan, sedangkan yang satu ikut anaknya," kata Budiono kepada detikcom, Jumat (1/10/2021).

Untuk melakukan proses relokasi sementara, BBWS mengaku telah berkomunikasi langsung dengan seluruh penghuni, pemerintah desa dan tokoh masyarakat setempat. Pihaknya memastikan penghuni telah bersedia untuk pindah ke hunian sementara.

"Alhamdulillah mereka mau dipindahkan dengan ikhlas dan legowo. Sehingga penyedia jasa kami menyiapkan hunian sementara, lokasinya di Desa Sengon juga," ujarnya.

Budiono mengatakan relokasi saat ini hanya bersifat sementara, agar proses pembangunan konstruksi utama bendungan bisa segera dijalankan sesuai dengan schedule
.
"Ini hanya sementara, sambil menunggu pembayaran ganti untung dari pemerintah," imbuhnya.