Pertama di Ponorogo, Puluhan Siswa Bayar SPP Sekolah Pakai Kotoran Sapi

Charolin Pebrianti - detikNews
Jumat, 01 Okt 2021 08:28 WIB
Siswa di Ponorogo Bayar Uang Sekolah Pakai Kotoran Sapi
Suasana proses belajar mengajar (Foto: Charolin Pebrianti/detikcom)
Ponorogo -

Puluhan anak di Ponorogo kembali mengenyam pendidikan setelah 5 tahun putus sekolah. Tapi mereka tidak membayar uang sekolah. Mereka hanya diwajibkan membawa kotoran sapi. Lho, kok bisa?

Ya, mereka wajib membawa kotoran sapi tiap bulan sebagai uang sekolah. Tujuannya, membantu mengurangi pencemaran lingkungan karena biasanya kotoran sapi langsung dibuang ke sungai. Ini dilakukan untuk memberi pendidikan kepada para siswa bagaimana mengolah kotoran sapi menjadi pupuk organik.

Jumlah siswa yang wajib membawa kotoran sapi tiap bulan sebagai uang sekolah itu sebanyak 44 anak.

Salah satu siswa, Agung Cahaya Ilham (19) warga Desa Pudak Wetan, Kecamatan Pudak mengaku terbantu dengan adanya SMK 1 Pemda Ponorogo di Pudak. Selain sekolah gratis, bayar SPP pakai kotoran sapi. Pun juga jam masuk sekolahnya mulai pukul 12.00 WIB hingga 16.00 WIB.

"Kalau pagi saya memberi makan sapi dan membersihkan kandang, sore saya cari rumput. Siang bisa sekolah," tutur Agung yang saat ini memelihara 19 ekor sapi kepada detikcom, Jumat (1/10/2021).

Pudak dikenal sebagai sentra produksi susu sapi. Tak heran jika warganya disibukkan dengan memelihara sapi. Pun juga karena lokasinya yang berada di pegunungan ujung timur kota. Membuat akses sekolah jadi hambatan bagi warga setempat. Tidak tersedianya SMA atau SMK membuat para siswa enggan melanjutkan sekolah.

Lihat juga video 'Potret Pelajar di Sulbar Naik Rakit Seberangi Sungai ke Sekolah':

[Gambas:Video 20detik]