Orang dengan Gangguan Jiwa di Banyuwangi Ngamuk Saat Vaksinasi COVID-19

Ardian Fanani - detikNews
Selasa, 21 Sep 2021 20:35 WIB
Orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di Banyuwangi sempat mengamuk saat vaksinasi COVID-19. Ia marah dan mengancam rombongan vaksinasi door to door di rumahnya.
Orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di Banyuwangi sempat mengamuk saat vaksinasi COVID-19/Foto: Ardian Fanani/detikcom
Banyuwangi -

Orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di Banyuwangi sempat mengamuk saat vaksinasi COVID-19. Ia marah dan mengancam rombongan vaksinasi door to door di rumahnya.

Orang dengan gangguan jiwa ini yakni IM (52), warga Desa Rejoagung, Kecamatan Srono. Dibutuhkan upaya ekstra dari petugas saat proses vaksinasi.

ODGJ yang semula diam dan tenang, tiba-tiba marah sejadi-jadinya saat hendak disuntik vaksin. Ia menolak tubuhnya ditusuk jarum suntik, dan mencoba menyerang petugas vaksinasi.

Beruntung, aksi ODGJ tersebut bisa diredam oleh Babinsa dan petugas desa setempat. Sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

"Kaget juga. Awalnya yang bersangkutan diam dan nampak tenang. Tapi saat mau disuntik tiba-tiba ia marah dan hendak memukul petugas," kata Babinsa Rejoagung, Serda Musta'an kepada detikcom, Selasa (21/9/2021).

Setelah dibujuk, kata Musta'an, ODGJ tersebut akhirnya bisa tenang kembali. Meski masih ada rasa khawatir, ia bersyukur vaksinasi COVID-19 untuk ODGJ bisa dilakukan dengan lancar.

Diakui Musta'an, vaksinasi untuk ODGJ tidak dilakukan di kantor desa sebagaimana warga umumnya. Pihaknya bersama Satgas COVID-19 desa dan petugas Puskesmas setempat melakukan vaksinasi door to door.

"Ini kita lakukan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak kita duga, seperti ODGJ marah, menangis atau membuat kegaduhan. Kita juga senantiasa mendampingi petugas, untuk memastikan keamanannya," tambah Musta'an.

Wakil Ketua Satgas COVID-19 Banyuwangi, Letkol Inf Yuli Eko Purwanto mengatakan, pihaknya terus melakukan door to door kepada warga yang memiliki keterbatasan seperti difabel dan ODGJ.

"ODGJ yang divaksin tidak sebatas gangguan psikotik seperti skizofrenia, tetapi menyasar semua gangguan jiwa," terangnya.