Cerita Ibu Rela Kayuh Sepeda Puluhan Kilometer Demi Anak Ikut Kejuaraan Karate

Muhammad Aminudin - detikNews
Selasa, 14 Sep 2021 15:51 WIB
ibu di malang kayuh sepeda antar anaknya ikut kejuaraan karate
Sulastri dan Aditya (Foto: Muhammad Aminudin)
Malang -

Seorang ibu di Malang rela mengayuh sepeda berjarak puluhan kilometer menemani putranya yang hendak mengikuti kejuaraan karate. Cerita ibu ini viral di media sosial dan aplikasi percakapan.

Ibu itu adalah Sulastri (37), Warga Jalan Sentono Desa Jenggolo, Kepanjen, Kabupaten Malang. Sulastri menemani anaknya, Aditya Syaiful Anam (12) yang hendak mengikuti kejuaraan karate yang digelar Lembaga Karate-do Indonesia (Lemkari) se-Malang Raya di Lapangan Brawijaya Rampal, Kota Malang pada Minggu (12/9).

Sulastri bersama Aditya sama-sama mengayuh sepeda angin dari rumah mereka. Jika dihitung menggunakan google map jarak tempuh dari rumah hingga tempat kejuaraan mencapai 27 kilometer. Agar tak terlambat, mereka berangkat usai salat subuh.

ibu di malang kayuh sepeda antar anaknya ikut kejuaraan karateAditya dan sepedanya (Foto: Muhammad Aminudin)

Jangan bayangkan sepeda yang mereka kayuh adalah sepeda bagus dengan jenis sepeda gunung, balap, ataupun sepeda lipat. Sepeda yang mereka gunakan adalah sepeda mini yang sangat sederhana dengan sadel sepeda yang sudah koyak dan terkelupas di sana-sini.

"Kami berangkat habis salat Subuh, tole (Aditya) yang minta pakai sepeda. Karena sudah terbiasa bawa sepeda kemana-mana," kata Sulastri ditemui wartawan di kediamannya, Selasa (14/9/2021).

Memang hanya sepeda angin saja kendaraan yang mereka punyai. Sulastri yang hanya bekerja sebagai pemulung tidak mampu membeli sepeda motor. Sulastri menuruti keinginan Aditya yang ke lokasi lomba naik sepeda, bukan kendaraan umum.

Perjalanan yang melelahkan itu mereka tempuh dengan bersama hingga sampai di lokasi kejuaraan. Di lokasi, dengan sabar, Sulastri menunggu dan juga menyemangati putranya bertanding dalam kejuaraan karate untuk tingkat SD, SMP dan SMK itu. Dan pengorbanan serta doa Sulastri tak sia-sia. Aditya berhasil menyabet juara Harapan I untuk kategori umum.

"Tole (Aditya) memang ikut karate sejak kecil, giat berlatih dan penuh semangat. Alhamdulillah bisa juara," ucap Sulastri.

Selepas bertanding, Sulastri dan Aditya tak langsung pulang. Masih dengan sepedanya masing-masing, Aditya mengajak ibunya berkeliling Kota Malang. Pelajar kelas 6 SD Negeri Jenggolo 2 ini ingin melihat beberapa bangunan dan lokasi yang ada di Kabupaten dan Kota Malang. Piala yang didapat diletakkan di keranjang di depan sepeda.

ibu di malang kayuh sepeda antar anaknya ikut kejuaraan karateSulastri dan Aditya (Foto: Muhammad Aminudin)

"Pulangnya juga pakai sepeda, tole ingin singgah di beberapa tempat. Seperti stasiun, kantor wali kota dan bupati yang ada di Malang," ungkap Sulastri.

Sulastri bangga dengan semangat Aditya untuk mengejar prestasi meski penuh dengan keterbatasan. Sulastri hanya bisa mendoakan yang terbaik buat anaknya yang bercita-cita ingin menjadi polisi itu.

"Tidak pernah rewel, anaknya penuh semangat. Baik sekolah maupun berlatih karate," tandas Sulastri.

(iwd/iwd)