2 Emak Pencuri Susu dan Minyak Telon Dibebaskan dari Ancaman 7 Tahun Penjara

Erliana Riady - detikNews
Rabu, 08 Sep 2021 15:38 WIB
Dua emak-emak yang ketahuan mencuri susu dan minyak telon dibebaskan dari ancaman hukuman tujuh tahun penjara. Polres Blitar melakukan mediasi dengan korban, hingga bersedia mencabut laporan.
MRS (55) dan YLT (29) (kanan)/Foto: Erliana Riady/detikcom
Blitar -

Dua emak-emak yang ketahuan mencuri susu dan minyak telon dibebaskan dari ancaman hukuman tujuh tahun penjara. Polres Blitar melakukan mediasi dengan korban, hingga bersedia mencabut laporan.

MRS (55) dan YLT (29), warga Kelurahan Kota Lama, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang hari ini kembali meneteskan air mata. Namun kali ini mereka menangis terharu dan bahagia.

Ancaman kurungan selama tujuh tahun tak lagi mereka risaukan. Karena sang pemilik toko selaku korban, bersedia mencabut laporannya.

Menurut Kapolres Blitar AKBP Adhitya Panji Anom, pihak kepolisian berupaya melakukan restorative justice. Hal ini untuk memenuhi harapan dan rasa keadilan masyarakat. Melalui restorative justice ini, kepolisian melakukan mediasi antara pelapor dengan terlapor.

"Alhamdulillah hari ini kami lakukan mediasi antara korban dan ibu-ibu yang melakukan pencurian tempo hari. Tadi sudah dicapai kesepakatan, korban mencabut laporannya dan pelaku berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya," kata Adhitya di depan media, Rabu (8/9/2021).

Mediasi dilakukan antara dua pemilik toko di Desa Ngeni, Kecamatan Wonotirto dengan MRS (55) dan YLT (29). Kapolres menambahkan, upaya mediasi kasus pencurian mereka lakukan karena beberapa faktor.

Pertama, alasan dua emak-emak mencuri itu karena terdesak kebutuhan. Kedua, dari korban berbesar hati mau memaafkan perbuatan mereka. Kedua belah pihak sepakat menyelesaikan masalah hukum ini secara damai.

"Korban kemudian mencabut laporannya, kami melihat kerugian korban juga tidak banyak. Sehingga upaya restorative justice bisa kami lakukan," imbuhnya.