Pemkab Pasuruan Akan Perbaiki Rumah Warga yang Rusak Akibat Ledakan Bondet

Muhajir Arifin - detikNews
Senin, 13 Sep 2021 18:57 WIB
Ledakan keras yang menewaskan dua orang di Pasuruan berasal dari bondet atau bom ikan. Wabup Pasuruan A Mujib Imron menyebut, pembuatan bondet merupakan pelanggaran hukum.
Wabup Pasuruan A Mujib Imron (kanan)/Foto: Muhajir Arifin/detikcom
Pasuruan -

Pemkab Pasuruan akan memperbaiki rumah warga yang rusak akibat ledakan bondet. Tidak termasuk dua rumah yang hancur.

Sebelumnya diberitakan, selain dua rumah hancur, ada 21 bangunan yang rusak akibat ledakan bondet di Pasuruan. Puluhan bangunan tersebut terdiri dari 20 rumah dan satu musala.

Pemkab Pasuruan akan memperbaiki 21 bangunan tersebut. "Rumah yang terdampak pasti kami perbaiki melalui Dinas PU Cipta Karya," kata Wakil Bupati Pasuruan A Mujib Imron saat meninjau lokasi, Senin (13/9/2021).

Menurut Wabup yang akrab disapa Gus Mujib ini, Pemkab Pasuruan tengah memastikan berapa total rumah yang terdampak, agar tak ada yang tertinggal. Setelah itu pihaknya melakukan penghitungan anggaran yang dibutuhkan.

"Kemarin sudah kita assessment, hari ini kembali kita lakukan agar tak ada yang tertinggal. Sementara selain dua rumah pelaku (yang hancur), ada 20 rumah dan satu musala rusak. Yang dua rumah milik pelaku tidak kami hitung," jelas Gus Mujib.

Seperti diberitakan, ledakan keras menghancurkan dua rumah di Dusun Macan Putih, Desa Pekangkungan, Kecamatan Gondangwetan, Kabupaten Pasuruan, Sabtu (11/9) pukul 08.00 WIB. Rumah yang hancur milik Abdul Ghofar (40) dan rumah mertuanya, Zainab (60).

Korban tewas dalam kejadian itu yakni Ghofar. Ia tewas dalam perjalanan ke Puskesmas setelah sempat ditolong warga usai kejadian. Korban tewas satu lagi yakni Mat Shodiq (60), ayah Ghofar yang sehari-hari bekerja sebagai nelayan.

(sun/bdh)