Round-Up

Muncul Fenomena CT Value Rendah 1,8 di Tengah COVID-19 Varian Delta Melandai

Tim Detikcom - detikNews
Jumat, 10 Sep 2021 09:29 WIB
Corona Virus test report Stock Image, Test tube
Foto: Getty Images/iStockphoto/Richard Maguluko
Surabaya -

Jawa Timur kembali menerima ratusan pekerja migran atau TKI yang pulang kampung. Para TKI dikarantina terlebih dulu meski hasil swab di tempatnya bekerja dinyatakan negatif COVID-19.

Sementara satgas COVID-19 di Jatim tetap melakukan protap dengan melakukan swab para TKI. Bila para TKI terbukti positif COVID-19, maka mereka akan dikirim ke RS Lapangan Indrapura (RSLI) Surabaya.

Penanggungjawab RSLI Laksamana Pertama dr Ahmad Samsulhadi, MARS mencermati pasien-pasien yang memiliki CT Value rendah di angka 1,8. Angka ini termasuk sangat rendah dan memiliki potensi penularan virus COVID-19 cukup tinggi.

Untuk mengantisipasi penularan dan ada kemungkinan varian baru muncul, Samsulhadi mengirim sampel-sampel para TKI ke ITD Unair. Saat ini, pasien di RSLI saat ini didominasi TKI. Dari data terakhir, diketahui RSLI tengah merawat 157 pasien. Ada 149 pasien asal TKI dan 8 pasien umum.

Pihaknya juga perlu memperhatikan adanya varian MU termasuk Varian of Interest (VoI). Saat ini, varian MU sudah melanda 39 negara. Jika pada varian delta, CT value pasien bisa di bawah 25 hingga di bawah angka 5, justru varian MU tidak seperti itu.

Baca juga: ITD Unair Teliti 279 Sampel TKI Jatim, Temukan COVID-19 Varian Baru?

"Untuk penanganan pasien PMI, kita sangat antisipatif, terutama kemungkinan varian baru muncul. Karena kami menemukan nilai CT value 1,8 pada satu pasien, sampai saya tanya dan konfirmasi ke dr Fauqa, ini nilai CT valuenya 1,8 atau 18? Mohon swab PCR-nya diulang, karena pasien ini sudah dirawat 12 hari," kata dr Samsulhadi di Surabaya, Kamis (9/9/2021).

Setelah diulang, Samsulhadi mengatakan nilai CT value pasien tersebut memang di angka 1,8. Tak hanya itu, dia mengungkapkan ada beberapa pasien TKI yang sudah 10 hari dirawat, namun nilai CT valuenya masih di bawah 15.

"Ini fenomena baru dan masih kita tindaklanjuti. Karena fenomena yang aneh, saya sudah meminta dr Fauqa untuk menindaklanjutinya," imbuhnya.

Sementara dokter spesialis Patologi Klinis sekaligus Dokter Penanggungjawab Pasien (DPJP) RSLI, dr Fauqa Arinil Aulia SpPK menyebut pihaknya sering menemui fenomena CT value ekstrem hingga di bawah 5.

"Fenomena yang ada di RSLI akhir-akhir ini memang kami menemukan CT Value ekstrem dan masih pada angka yang sangat rendah," ungkapnya.

Lihat juga video 'Kemenkes Temukan 2.300 Varian Delta di Indonesia':

[Gambas:Video 20detik]