Capaian Vaksinasi Tinggi, Tapi Kota Mojokerto Masih Zona Oranye-PPKM Level 3

Enggran Eko Budianto - detikNews
Senin, 06 Sep 2021 18:20 WIB
covid-19 di kota mojokerto
Vaksinasi di Kota Mojokerto (Foto: Enggran Eko Budianto)
Kota Mojokerto -

Capaian vaksinasi COVID-19 Kota Mojokerto tertinggi kedua di Jatim setelah Kota Surabaya. Namun, penyebaran Virus Corona terus saja terjadi. Sehingga kota kecil ini masih menjadi zona oranye dan harus menerapkan PPKM level 3.

Dinas Kesehatan dan Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana (Dinkes P2KP) Kota Mojokerto merilis vaksinasi COVID-19 ditargetkan menyentuh 114.636 jiwa dari total penduduk 140.403 jiwa agar tercipta kekebalan kelompok (herd immunity).

Sampai 4 September 2021, vaksinasi COVID-19 dosis pertama sudah melebihi target tersebut. Yakni menyentuh 117.097 jiwa atau 115.21 persen dari target. Sedang capaian vaksinasi dosis kedua di angka 60.682 jiwa atau 59.76 persen dari target.

Sementara data situs vaksin.kemenkes.go.id menunjukkan penerima vaksin COVID-19 dosis pertama di Kota Mojokerto mencapai 117.146 jiwa atau 115,36 persen dari target. Sedangkan penerima vaksin dosis kedua 60.725 jiwa atau 59,8 persen dari target.

Tingginya capaian vaksinasi COVID-19 di Kota Mojokerto sempat dilontarkan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa pada 6 Agustus 2021. Saat itu, vaksinasi di kota yang hanya mempunyai 3 kecamatan ini mencapai angka 93,93 persen untuk dosis pertama. Sedangkan dosis kedua mencapai 30,42 persen.

Meski capaian vaksinasi cukup membanggakan, tapi penyebaran COVID-19 di Kota Mojokerto masih terus terjadi. Sampai hari ini, kota yang terdiri dari 18 kelurahan ini masih menjadi zona oranye atau daerah dengan risiko penyebaran Virus Corona tingkat sedang.

Sebelum capaian vaksinasi tinggi 6 Juli-6 Agustus 2021, jumlah penduduk Kota Mojokerto yang terkonfirmasi COVID-19 bertambah 792 jiwa, dari 3337 jiwa menjadi 4129 jiwa. Rata-rata muncul 26,4 kasus baru per hari. Tingkat kesembuhan (recovery rate) naik dari 77.55 persen menjadi 81.33. Sedangkan tingkat kematian (fatality rate) turun dari 6.44 persen menjadi 5.52 persen.

Setelah capaian vaksinasi tinggi 6 Agustus-5 September 2021, jumlah penduduk yang terinfeksi COVID-19 bertambah 221 jiwa, dari 4129 jiwa menjadi 4350 jiwa. Rata-rata muncul 7,36 kasus baru per hari. Tingkat kesembuhan naik dari 81.33 persen menjadi 85.91 persen. Sedangkan tingkat kematian turun dari 5.52 persen menjadi 5.43 persen.

Selain itu, Kota Mojokerto juga masih wajib menerapkan PPKM level 3. Sesuai ketentuan WHO, PPKM level 3 menunjukkan angka kasus positif COVID-19 antara 50-150 orang per 100 ribu penduduk per minggu. Rawat inap di di rumah sakit antara 10-30 orang per 100 ribu penduduk per minggu. Angka kematian antara 2-5 kasus per 100 ribu penduduk di daerah tersebut.

"Harusnya semua pihak mematuhi protokol kesehatan. Lagi pula keterisian rumah sakit pasien COVID banyak dihuni pasien di luar Kota Mojokerto," kata Kepala Dinkes P2KP Kota Mojokerto Hariyanto merespons fenomena tersebut, Senin (6/9/2021).

Hariyanto menjelaskan tingginya capaian vaksinasi bukan satu-satunya faktor yang bisa menghentikan penyebaran COVID-19 di Kota Mojokerto. Menurut dia, vaksinasi yang masif juga harus diimbangi dengan penerapan protokol kesehatan.

"Vaksin itu sebagai tameng, tapi kalau prokesnya tidak dipatuhi ya bisa saja terdampak. Sama saja dengan orang pakai baju anti peluru, apa ada jaminan dia akan kebal terhadap peluru?," tandas Hariyanto.

Lihat Video: Tegas! Pengasuh Pesantren di Mojokerto Tolak Vaksin Astrazeneca

[Gambas:Video 20detik]



(iwd/iwd)