Cerita Mistis Tim SAR saat Evakuasi Kerangka di Hutan Lindung Banyuwangi

Ardian Fanani - detikNews
Senin, 06 Sep 2021 16:23 WIB
kerangka manusia yang ditemukan di hutan lindung dievakuasi
Saat tim melakukan evakuasi kerangka (Foto: Dok. Serda Muhammad Dedi Sunanto)

Namun di pertengahan jalan, Tim Evakuasi kehilangan kontak dengan Tim Penjemput. Tak hanya itu, mereka juga sempat tersesat dan mengambil jalur yang lebih jauh dari jalur sebenarnya. Akibatnya, hingga malam tiba Tim Evakuasi masih terjebak di tengah hutan.

"Untuk berkomunikasi kita gunakan radio (handy talkie). Dari awal pemberangkatan hingga ditemukannya jenazah tidak ada gangguan. Namun saat kita hendak turun mengevakuasi jenazah, di tengah perjalanan radio tidak berfungsi," ungkapnya.

"Juga rute yang kita lewati tidak pada jalur semestinya. Harusnya kita hanya melalui satu aliran sungai. Namun, ada 4 sungai yang kita lewati kemarin. Jauh memutar dibandingkan rute sebenarnya," kata Dedi.

Tak hanya tersesat, Tim Evakuasi juga mengalami pengalaman mistis saat proses evakuasi kerangka tersebut. Di saat tak mengetahui arah menuju titik pertemuan, tiba-tiba mereka mendengar suara teriakan perempuan di tengah hutan.

Suara misterius itu membuat Tim Evakuasi diam sejenak. Mereka akhirnya memutuskan beristirahat sembari memanjatkan doa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

"Iya. Ada jeritan perempuan. Semuanya, 9 orang dalam tim mendengar suara tersebut. Hal itu nampak seperti mistis. Akhirnya kita istirahat sejenak sembari berdoa. Karena misi ini adalah untuk kebaikan, untuk memakamkan jenazah secara layak, kami yakin pasti ada jalan," ceritanya.

Setelah beristirahat sejenak, tim evakuasi kembali melanjutkan perjalanan. Sekitar pukul 22.30 WIB, mereka akhirnya tiba di hutan bambu yang artinya sudah mulai mendekati perkampungan terdekat. Tak berselang lama, mereka tiba di perkampungan pinggir hutan dan bertemu dengan warga.

Telekomunikasi yang sempat terputus dengan tim penjemput juga bisa tersambung kembali. Hingga akhirnya, kerangka manusia tersebut berhasil dievakuasi dan dibawa ke ruang jenazah RSUD Blambangan untuk diidentifikasi.

"Alhamdulillah sekitar pukul 11 malam kita tiba di perkampungan. Di sana kita diberi makan, karena memang perbekalan sudah habis. Evakuasi berjalan lancar sampai dibawa ke RSUD Blambangan Banyuwangi," pungkasnya.


(iwd/iwd)