Cerita Miris Insentif Penggali Makam COVID-19: 40 Hanya Dibayar 3, Dipungli Lagi

Muhammad Aminudin - detikNews
Senin, 06 Sep 2021 11:46 WIB
pemakaman covid-19 di kota malang
Suhari yang hanya dibayar 3 dari 40 pemakaman, tapi juga dipotong (Foto: Muhammad Aminudin)

"Katanya tidak ada (insentif), saya tanya petugas bilangnya tidak ada," ucap Suhari.

Menanggapi adanya dugaan penggelapan dan pemotongan honor penggali kubur, Suhari tak ingin ambil pusing.

"Saya biasa saja, kalau dia mau uang gituan monggo. Kalau memang hak saya, rezeki saya pasti nyampe ke saya," ungkap Suhari.

Seperti halnya juru kunci lain, Suhari harus membenahi sendiri makam pasien COVID-19 yang baru dimakamkan. Biasanya suhari membenahi atau menguruk kembali makam COVID-19 yang ambles Karena pengurukan yang asal-asalan oleh petugas UPT Pemakaman Umum.

"Bisa dilihat sendiri kondisi makamnya. Karena pengurukan asal-asalan, saya harus rapikan sendiri, kadang suruh orang lain dan saya kasih rokok untuk imbalan," tegas Suhari.

Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang menegaskan bahwa biaya pemakaman COVID-19 ditanggung Pemkot Malang. Untuk satu kali pemakaman dialokasikan sebesar Rp 1,5 juta. Jumlah itu dibagi dua, Rp 750 ribu untuk penggali kubur dan sisanya untuk petugas pengurukan.

Sebelumnya, Malang Corruption Watch (MCW) mengungkap adanya pemotongan dan pungli honor atau insentif penggali makam pasien COVID-19. MCW menyebut temuan adanya dugaan pungli di dapatkan dari empat area pemakaman di Kota Malang dalam kurun waktu Juni sampai Agustus 2021.


(iwd/iwd)