MCW Sebut Ada Dugaan Pungli Pemakaman COVID-19 di Kota Malang

Muhammad Aminudin - detikNews
Jumat, 03 Sep 2021 13:19 WIB
pemakaman covid-19 di malang
Pemakaman COVID-19 di Kota Malang (Foto: Muhammad Aminudin)
Kota Malang -

Malang Corruption Watch (MCW) mengklaim adanya dugaan pungutan liar (pungli) selama proses pemakaman COVID-19 di Kota Malang. MCW menyebut temuan adanya dugaan pungli didapatkan dari empat area pemakaman.

Empat area pemakaman itu yakni TPU di Jalan Laksda Adi Sucipto, Pandanwangi, Plaosan Barat, dan Lowokpadas. Semuanya berada di wilayah Kecamatan Blimbing, Kota Malang.

Penelusuran yang dilakukan selama Juni 2021 hingga Agustus 2021 tersebut diklaim memiliki kemiripan dengan peristiwa di Jember. Bukan hanya dugaan pungli, temuan MCW juga menyebut ada penyelewengan terhadap dana insentif para penggali kubur.

Pertama, adanya dugaan penyelewengan dana insentif petugas penggali kubur yang berakibat pada beberapa penggali kubur tidak memperoleh hak kesejahteraannya secara penuh.

"Atau nilai insentif tidak diberikan secara proporsional dan adil berdasarkan jumlah aktivitas penggalian kubur. Hal ini ditemukan di dua tempat yakni pemakaman Plaosan Barat dan LA Sucipto Blimbing," kata Tim Riset MCW, Meri dalam siaran rilisnya yang diterima detikcom, Jumat (3/9/2021).

Data MCW menyebut insentif senilai Rp 750 ribu di dua tempat pemakaman COVID-19 tersebut belum dibayarkan. Yang semestinya harus dibayarkan sebanyak Rp 22,5 juta, dari jumlah 30 penggalian makam.

Pembayaran hanya terjadi di Laksda Adi Sucipto sebesar Rp 3 juta. Sedangkan di Plaosan Barat, dari 11 penggalian, yang sudah diterima hanya Rp 8,25 Juta.

"Penelusuran ini dilakukan Juli-Agustus 2021. Dengan belum dibayarkannya honor tersebut, untuk di Plaosan Barat yang belum terbayarkan Rp 6,1 juta dan di LA Sucipto Rp 19,5 Juta," ujar Meri.

Yang kedua adalah dugaan pungli dengan modus syarat administrasi. Dimana, dari nilai insentif sebesar Rp 750 ribu, diduga dipotong oleh petugas Satgas COVID-19 sebesar Rp 100 ribu.