Cerita Sedih Penggali Kubur COVID-19 Difitnah Gegara Insentif

Muhammad Aminudin - detikNews
Jumat, 03 Sep 2021 17:20 WIB
penggali kubur covid-19 kota malang
Taufan, penggali kubur pasien COVID-19 yang belum terima insentif secara utuh (Foto: Muhammad Aminudin)
Malang -

Taufan Putra terisak saat menceritakan soal insentif penggalian makam COVID-19 yang belum terbayar. Pria 56 tahun itu sedih karena sempat menerima banyak fitnah jika ia meraup keuntungan dari pemakaman pasien COVID-19.

"Saya difitnah, dapat Rp 750 ribu setiap kali pemakaman COVID-19. Padahal saya tidak menerima," ujar Taufan saat ditemui wartawan di TPU RW VIII Plaosan Barat, Kota Malang, Jumat (3/9/2021).

Taufan sudah 12 tahun menjadi penggali kubur sampai diangkat menjadi juru kunci TPU Plaosan Barat. Taufan mengatakan sejak pandemi, sudah 11 pasien COVID-19 dimakamkan di TPU Plaosan Barat.

Saat penggalian makam, Taufan melakukannya seorang diri. Tak peduli ketika proses pemakaman harus dilakukan malam hari. Dari 11 kali penggalian kubur pasien COVID-19, Taufan mengaku hanya menerima tiga kali insentif gali kubur.

penggali kubur covid-19 kota malangFoto: Muhammad Aminudin

Pertama 28 September 2020, kedua 29 Maret 2021, dan yang ketiga untuk pemakaman 9 April 2021. Mirisnya, untuk honor pertama 28 September 2020. Taufan hanya menerima Rp 650 ribu, dari Rp 750 ribu insentif gali kubur.

"Saya hanya terima tiga kali, yang pertama malah dipotong Rp 100 ribu, katanya untuk administrasi. Yang dua kali, saya ambil di ATM Bank Jatim, utuh Rp 750 ribu," ungkap Taufan.

Sebenarnya Taufan tidak tahu sama sekali jika ada insentif untuk penggali kubur makam pasien COVID-19. Taufan baru mengetahui adanya insentif pemakaman COVID-19 ketika ramai masyarakat menyatakan dirinya banyak menerima uang dari prosesi pemakaman itu.