Kepala UPT Pemakaman Kota Malang Dimutasi di Tengah Polemik Pungli

Muhammad Aminudin - detikNews
Jumat, 03 Sep 2021 18:02 WIB
TPU Plaosan Barat Kota Malang
TPU Plaosan Barat Kota Malang (Foto: Muhammad Aminudin)
Kota Malang - Di tengah polemik dugaan pungli dana pemakaman COVID-19, Kepala UPT Pemakaman Kota Malang dicopot. Mutasi yang terkesan dilakukan secara tiba-tiba ini kemudian mengundang banyak pertanyaan.

Wali Kota Malang Sutiaji membantah Kepala UPT Pemakaman diganti karena muncul dugaan pungli dan penyelewengan insentif pemakaman pasien COVID-19.

"Bukan tiba-tiba, ini sudah diajukan dua bulan yang lalu melakui rapat Baperjakat. Karena sudah terlalu lama, dan sudah waktunya ada pergeseran," ungkap Sutiaji saat dikonfirmasi detikcom, Jumat (3/9/2021).

Sutiaji menjelaskan soal insentif pemakaman COVID-19, memang ada keterlambatan pencairan insentif yakni untuk Mei, Juni, Juli, Agustus, dan hingga saat ini.

"Bukan penggelapan atau apa yang disangkakan. Tetapi, memang belum cair. Jadi tidak bisa dibayarkan untuk Mei, Juni, Juli, Agustus dan sampai saat ini. Masih proses pengajuan," kata Sutiaji.

Munculnya temuan dugaan penyelewengan sekaligus pemotongan atau pungli insentif pemakaman COVID-19 oleh MCW sudah didengar Sutiaji. Dan Sutiaji tak akan menoleransi praktik semacam itu.

Jika ditemukan oknum ASN di lingkungan Pemkot Malang berani berbuat seperti itu, Sutiaji berjanji akan memberikan sanksi tegas.

"Siapapun yang menyelewengkan dana COVID-19 siap untuk dipecat. Untuk ASN, tolong siapapun yang menyelewengkan dana ini siap dipecat, kami tidak berikan toleransi," tegas Sutiaji.

Menurut Sutiaji, investigasi akan dilakukan melalui inspektorat untuk mengungkap adanya dugaan penyelewengan ataupun pemotongan insentif pemakaman COVID-19.

"Kami akan telusuri, investigasi dengan menurunkan inspektorat. Karena insentif merupakan hak penggali kubur dan tim pemakaman," tutur Sutiaji.

Mutasi Kepala UPT Pemakaman dilakukan pagi tadi. Kepala UPT Pemakaman yang lama Taqruni Akbar digantikan oleh Subaedi. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang Wahyu Setianto membenarkan adanya mutasi jabatan tersebut.

"Iya betul ada mutasi tadi (Kepala UPT Pemakaman). Ini setelah evaluasi dari dinas, karena UPT Pemakaman di bawah DLH. Kami ingin membenahi manajemen di pemakaman," kata Wahyu. (iwd/iwd)