Curhat Nakes Magetan, Insentif Cuma Sampai Oktober 2020 dan Tak Sesuai Nominal

Sugeng Harianto - detikNews
Kamis, 02 Sep 2021 18:13 WIB
young Asian doctor, dressed in anti-virus clothing, sits on the floor tired and uses a smartphone to make a video call to his family. corona virus concept.
Ilustrasi nakes (Foto: Getty Images/iStockphoto/12521104)
Magetan -

Sepuluh kepala daerah mendapat teguran dari Mendagri Tito Karnavian karena belum membayar insentif nakes. Salah satu yang mendapat teguran adalah Bupati Madiun H Ahmad Dawami.

Terhadap teguran tersebut, Bupati yang akrab disapa Kaji Mbing ini mengaku sudah membayar insentif nakes pada 26 Agustus. Pencairan itu untuk insentif sejak Januari-Juni 2021. Sementara untuk bulan berikutnya sudah diajukan dan tengah diproses.

Bupati Madiun menjadi satu-satunya kepala daerah di Jatim yang ditegur mendagri karena insentif nakes. Namun Magetan yang berdekatan dengan Madiun ternyata juga mempunyai masalah dengan insentif nakes.

Masalahnya bisa jadi lebih berat dari Madiun, tetapi tak ada teguran dari Mendagri untuk kepala daerahnya. Nakes di Magetan curhat bahwa insentifnya hanya dibayar hingga Oktober 2020. Ada juga nakes yang curhat bahwa nominal insentifnya tidak sesuai dengan yang dijanjikan.

'Yang belum terima mulai November 2020 sampai sekarang. Kalau yang sebelumnya sudah,"ujar salah satu nakes di Magetan saat dikonfirmasi detikcom, Kamis (2/9/2021).

Nakes perempuan yang enggan disebut namanya dan bekerja sebagai perawat itu mengaku bahwa semua nakes baik dokter dan perawat di RS tempatnya bekerja hanya diam dan pasrah meski mengaku kecewa. Nakes tersebut berharap pemerintah pusat turun tangan mengatasi permasalahan ini.

"Ya kecewa, kita berjuang sampai segitunya, taruhan nyawa kita. Banyak teman-teman yang kena juga (COVID-19). Harapannya ya pemerintah pusat turun tangan," kata nakes tersebut.

Perawat wanita yang mengaku tergabung dalam anggota Persatuan Persatuan Perawat Indonesia (PPNI) itu bercerita bahwa sejak pandemi COVID-19, insentif hanya dicairkan satu kali.

"Kalau Oktober 2020 dan sebelumnya itu dirapel. Cuma sekali terima insentif," katanya.